Analisis Hubungan Status Sosiodemografi Rumah Tangga dengan Praktik Pembakaran Sampah Terbuka di Kota Bandar Lampung
Meningkatnya praktik pembakaran sampah terbuka di kawasan perkotaan menjadi ancaman serius bagi kesehatan lingkungan, termasuk di Kota Bandar Lampung yang menghasilkan 281.100,84 ton sampah pertahun dengan pengelolaan sampah yang masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil sosiodemografi rumah tangga, menganalisis sistem pengelolaan sampah, serta mengkaji hubungan status sosiodemografi terhadap praktik pembakaran sampah terbuka di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 400 rumah tangga pada 15 kecamatan dalam 26 kelurahan terpilih berdasarkan probabilitas tinggi terjadinya pembakaran sampah terbuka. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik multinomial dengan perangkat lunak R-Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 106 rumah tangga (26,5%) masih melakukan pembakaran sampah terbuka, dengan keterbatasan infrastruktur dan jarak TPS yang jauh (>750 meter pada 58% responden) sebagai faktor pendorong utama. Hasil uji regresi logistik multinomial mengonfirmasi bahwa tingkat pendidikan kepala keluarga dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap praktik OWB. Rumah tangga dengan kepala keluarga berpendidikan SMP memiliki kecenderungan tertinggi melakukan pembakaran sampah (OR=3,8569), diikuti SD (OR=2,2245), dan SMA (OR=2,1121), Kepala rumah tangga belum menikah (OR=11,6977), serta rumah tangga beranggotakan lebih dari enam orang (OR=2,1915). Penelitian
ini merekomendasikan peningkatan cakupan layanan persampahan dan program edukasi lingkungan berbasis karakteristik sosiodemografi masyarakat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220125
Keyword
Pembakaran Sampah Terbuka Kota Bandar Lampung Sosiodemografi Rumah Tangga Sistem Pengelolaan Sampah Regresi Logistik Multinomial