(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Rekayasa Material Salep Topikal Antibakteri Berbasis Ekstrak Kulit Bawang Putih (Allium Sativum L.), Kitosan, dan HPMC dengan Teknik Emulsifikasi Panas Dingin


Infeksi kulit akibat bakteri masih menjadi masalah kesehatan, sementara penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat memicu resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik, kimia, dan aktivitas antibakteri salep topikal berbasis ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum L.), kitosan, dan HPMC dengan teknik emulsifikasi panas dingin. Kulit bawang putih diekstraksi menggunakan etanol 96 persen dengan metode maserasi, menghasilkan rendemen 2,1persen. Formulasi terdiri dari lima variasi F1 (1persen), F2 (3persen), F3 (5persen), KN1 (kontrol polimer), KN2 (kontrol basis). Hasil skrining fitokimia ekstrak kulit bawang putih mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil organoleptik berbentuk semi solid, warna, dan bau sesuai kulit bawang putih. Seluruh formulasi bersifat homogen dan rentang pH 5-6 sesuai dengan pH kulit, sedangkan KN2 10. Viskositas seluruh formulasi memenuhi standar SNI salep yaitu 13975-36276,67 cP dan daya lekat 2,64 -57,62 detik memenuhi syarat kecuali KN2. Hasil uji daya sebar didapatkan sebesar 5,73-6,32 cm. Analisis FTIR menunjukkan F1, F2, F3, dan KN1 tidak mengalami perubahan gugus fungsi signifikan, sedangkan KN2 menunjukkan spektrum berbeda. Uji antibakteri Staphylococcus aureus pada F1, F2, F3 menunjukkan daya hambat sebesar 1,28 mm, 3,47 mm, 4,26 mm, termasuk dalam kategori lemah. Formulasi salep memiliki karakteristik fisik dan kimia yang baik, dan aktivitas antibakteri F1-F3 tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05).

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220124

Keyword
Antibakteri HPMC Kitosan Kulit bawang putih Salep topikal