Rekayasa Material Salep Topikal Antibakteri Berbasis Ekstrak Kulit Bawang Putih (Allium Sativum L.), Kitosan, dan HPMC dengan Teknik Emulsifikasi Panas Dingin
View/Open
Author
SABILA, NURKHASANAH
Date Published
22 Jun 2026
Advisor
Marsudi Siburian, S.Si., M.Biotech., Dwi Susanti, S.Pd., M.Sc., Meita Mahardianti, S.Si., M.Biomed.,
Subject
Teknik Biomedis
Publisher
Infeksi kulit akibat bakteri masih menjadi masalah kesehatan,
sementara penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat memicu
resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
karakteristik fisik, kimia, dan aktivitas antibakteri salep topikal berbasis
ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum L.), kitosan, dan HPMC
dengan teknik emulsifikasi panas dingin. Kulit bawang putih
diekstraksi menggunakan etanol 96 persen dengan metode maserasi,
menghasilkan rendemen 2,1persen. Formulasi terdiri dari lima variasi F1
(1persen), F2 (3persen), F3 (5persen), KN1 (kontrol polimer), KN2 (kontrol basis).
Hasil skrining fitokimia ekstrak kulit bawang putih mengandung
alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil organoleptik berbentuk
semi solid, warna, dan bau sesuai kulit bawang putih. Seluruh formulasi
bersifat homogen dan rentang pH 5-6 sesuai dengan pH kulit,
sedangkan KN2 10. Viskositas seluruh formulasi memenuhi standar
SNI salep yaitu 13975-36276,67 cP dan daya lekat 2,64 -57,62 detik
memenuhi syarat kecuali KN2. Hasil uji daya sebar didapatkan sebesar
5,73-6,32 cm. Analisis FTIR menunjukkan F1, F2, F3, dan KN1 tidak
mengalami perubahan gugus fungsi signifikan, sedangkan KN2
menunjukkan spektrum berbeda. Uji antibakteri Staphylococcus aureus
pada F1, F2, F3 menunjukkan daya hambat sebesar 1,28 mm, 3,47 mm,
4,26 mm, termasuk dalam kategori lemah. Formulasi salep memiliki
karakteristik fisik dan kimia yang baik, dan aktivitas antibakteri F1-F3
tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220124
Keyword
Antibakteri HPMC Kitosan Kulit bawang putih Salep topikal