KAJIAN ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA METRO
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan dalam mendukung kualitas hidup dan kesehatan. Namun, cakupan layanan air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM di Kota Metro masih belum merata, sehingga menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cakupan jaringan perpipaan PDAM, kebutuhan air bersih, serta bentuk adaptasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif melalui analisis spasial, proyeksi jumlah penduduk dan proyeksi kebutuhan air bersih, serta analisis statistik deskriptif dari data kuesioner masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran jaringan perpipaan PDAM Kota Metro masih berfokus di wilayah pusat kota, sedangkan beberapa wilayah pinggiran masih memiliki tingkat pelayanan yang rendah, dengan jumlah pelanggan sebanyak 2.454 sambungan rumah. Kebutuhan air bersih terutama di Kecamatan Metro Pusat diproyeksikan meningkat dari 763.554 (L/hari) pada tahun 2026 menjadi 822.894 (L/hari) pada tahun 2035. Kondisi tersebut mendorong masyarakat beradaptasi dengan memanfaatkan air tanah melalui sumur bor dan sumur gali, serta alternatif lain seperti pembelian air isi ulang dan penghematan air. Berdasarkan analisis cakupan layanan jaringan PDAM dan kebutuhan, wilayah yang direkomendasikan sebagai prioritas pengembangan jaringan PDAM adalah Kecamatan Metro Utara dengan kebutuhan air bersih sebesar 597.402 (L/hari) pada tahun 2035. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa adaptasi masyarakat mampu memenuhi kebutuhan air bersih dalam jangka pendek, namun belum sepenuhnya menjamin aspek kualitas, keamanan, dan keberlanjutan sumber daya air.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220088
Keyword
air bersih, kebutuhan air bersih, adaptasi masyara