Perancangan Running Community Center untuk mewadahi perilaku Pelari “Kalcer” di Pekanbaru, Riau
Fenomena meningkatnya aktivitas lari di kalangan masyarakat mendorong banyak pelari memanfaatkan jalan raya sebagai ruang berlari yang berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan. Perancangan ini bertujuan memindahkan perilaku berlari dari jalan raya ke lingkungan yang lebih aman melalui penyediaan fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas pelari berdasarkan perilaku mereka. Permasalahan tersebut dijawab dengan pendekatan Spatial Behavior yang memperhatikan perilaku pelari berdasarkan urutan aktivitas berlari, mulai dari Pre Run, The Run, hingga After Run. Desain diwujudkan dengan pendekatan Spatial Behavior yaitu: (1) Pre Run: (a) Warm-Up Zone: area warm-up dan area parkir; (2) The Run: (a) Easy Zone: area pilates dan trek lari ground level; (b) Tempo Zone: area gym, sky running track yang menghubungkan Warm-Up Zone dengan lantai 2, kemudian dilanjutkan dengan track semi-indoor yang melintasi Zona Tempo pada lantai 2; (c) Interval + Sprint Zone: 300m Running track, sky running track yang menghubungkan lantai 2 dengan lantai 3, serta area padel; (3) After Run: (a) Recovery Zone: cafe and community area, spa area, dan outdoor recovery area sebagai titik kumpul akhir. Hasil perancangan berupa Running Community Center sekaligus Lifestyle Center seluas ±8.023 m²dengan 4 lantai yang dilengkapi ground running track, sky running track, 300m running track.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220019
Keyword
Spatial Behavior Pelari Culture Urban Runners