(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Uji Aktivitas Anti-kolagenase terhadap Ekstrak dan Fraksi Kulit Buah Delima Merah (Punica granatum L.) secara In Vitro sebagai Anti-aging


Penuaan kulit berkaitan dengan peningkatan aktivitas enzim kolagenase yang menyebabkan degradasi kolagen pada matriks dermis, sehingga menurunkan elastisitas dan kekuatan struktur kulit. Kulit delima merah (Punica granatum L.) diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan dan penghambat enzim. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas anti-kolagenase ekstrak dan fraksi kulit buah delima merah (Punica granatum L.) secara in vitro berdasarkan nilai IC50 serta mengetahui perbedaan signifikan aktivitas penghambatan kolagenase secara statistik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasound Assistes Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan aquadest. Aktivitas anti-kolagenase diuji menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 quercetin, ekstrak, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi aquadest berturut-turut sebesar 30,383 ± 6,758 µg/mL; 209,144 ± 15,647 µg/mL; 101,469 ± 10,744 µg/mL; 60,196 ± 3,949 µg/mL; dan 84,582 ± 9,773 µg/mL. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan kolagenase tertinggi dibandingkan fraksi lainnya. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok uji terhadap aktivitas anti-kolagenase. Berdasarkan hasil tersebut, kulit buah delima merah berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen anti-aging dalam mencegah penuaan kulit melalui mekanisme penghambatan enzim kolagenase.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220007

Keyword
Punica granatum L. anti-kolagenase anti-aging fraksi