Analisis Erosi Kawasan ITERA Menggunakan Metode USLE dan MUSLE
Pembangunan infrastruktur di kawasan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung Selatan, menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya laju erosi dan menurunnya kemampuan tanah menyerap air. Kondisi topografi berlereng serta lapisan batuan piroklastik semipermeabel menjadikan kawasan ITERA rentan terhadap erosi yang berpotensi menyebabkan banjir dan pendangkalan di sekitar kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan laju erosi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dan Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE), serta menghitung nilai Sediment Delivery Ratio (SDR). Penelitian dilakukan menggunakan data curah hujan tahun 2017–2025, jenis tanah, kemiringan lereng, tata guna lahan, dan pengolahan berbasis Geographic Information System (GIS). Hasil penelitian menunjukkan metode USLE menghasilkan laju erosi sebesar 272,61 ton/ha/tahun atau 80.292,96 ton/tahun dengan ketebalan tanah hilang 15,15 mm/tahun dan termasuk kelas bahaya erosi IV (tinggi). Sementara itu, metode MUSLE menghasilkan laju erosi sebesar 76,28 ton/ha/tahun dan termasuk kelas bahaya erosi III (sedang). Nilai SDR yang diperoleh sebesar 0,074, dengan sediment yield metode USLE sebesar 5.980,274 ton/tahun dan metode MUSLE sebesar 1.673,361 ton/tahun. Perbedaan hasil kedua metode menunjukkan bahwa limpasan permukaan berpengaruh signifikan terhadap estimasi erosi dan sedimentasi di kawasan ITERA. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi tanah dan air seperti revegetasi, terasering, dan penataan tata guna lahan sesuai kondisi topografi guna mengurangi risiko erosi di kawasan ITERA.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210123
Keyword
Erosi USLE MUSLE SDR ITERA