ANALISIS KETAHANAN PERKERASAN BETON DI PERLINTASAN SEBIDANG TERHADAP FREKUENSI DAN BEBAN GANDAR BERDASARKAN KELAS JALAN
Perlintasan sebidang di wilayah Divre IV Tanjung Karang mengalami kerusakan perkerasan akibat kombinasi beban kendaraan dan kereta api yang tinggi. Penelitian ini menganalisis ketahanan struktur perkerasan beton jenis Concrete Level Crossing (CLC) produksi PT. Wijaya Karya pada tiga lokasi, yaitu JPL 3A, JPL 5, dan JPL 6 di Kota Bandar Lampung, terhadap variasi frekuensi dan beban gandar berdasarkan kelas jalan.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, mencakup analisis passing tonnage, volume lalu lintas, pembebanan beton, penulangan, dan lendutan, dengan spesifikasi beton fc' 35 MPa dan tulangan fy 390 kg/cm². JPL 3A merupakan lokasi paling kritis dengan volume 12.598 kendaraan/hari dan beban terberat truk 4 sumbu sebesar 30 ton, serta 56 perjalanan kereta berdasarkan GAPEKA 2025.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pelat beton setebal 159 mm dengan pondasi bawah 125 mm, tulangan memanjang D16-100 mm, dan tulangan melintang D13-150 mm mampu menahan beban lalu lintas, dengan nilai fatik dan erosi di bawah batas izin serta lendutan yang aman. Spesifikasi CLC yang direncanakan dinyatakan layak diimplementasikan di perlintasan sebidang Divre IV Tanjung Karang.
Kata Kunci: perlintasan sebidang, perkerasan beton, Concrete Level Crossing, beban gandar, fatik, lendutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210097
Keyword
perlintasan sebidang perkerasan beton Concrete Level Crossing beban gandar fatik lendutan