(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris dengan Lama Rawat Inap pada Pasien Community-Acquired Pneumonia (CAP) di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro


Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi. Penggunaan antibiotik empiris yang rasional penting untuk meningkatkan efektivitas terapi, mencegah resistensi, serta mempengaruhi lama rawat inap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi, rasionalitas penggunaan antibiotik empiris, serta hubungan antara rasionalitas antibiotik dan lama rawat inap pasien CAP di Instalasi Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro periode Januari-Desember 2024. Penelitian ini merupakan non-eksperimental dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dari rekam medis sebanyak 113 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi rasionalitas antibiotik empiris dilakukan menggunakan metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 67 pasien (59,29%) dan berusia ≥ 60 tahun sebanyak 60 pasien (53,10%). Sebanyak 80 pasien (70,80%) termasuk kategori rasional. Berdasarkan evaluasi terhadap 131 peresepan antibiotik empiris, diperoleh kategori 0 (rasional) sebesar 74,05%, kategori IIb (interval tidak tepat) sebesar 16,03%, kategori IVa (alternatif lebih efektif) sebesar 9,16%, dan kategori IVb (alternatif lebih aman) sebesar 0,76%. Mayoritas pasien memiliki lama rawat inap ≤ 4 hari sebanyak 83 pasien (73,45%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien CAP (p=0,003; p<0,05).

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210093

Keyword
CAP antibiotik empiris rasionalitas metode Gyssens lama rawat inap