PERANCANGAN ULANG STASIUN TANJUNG KARANG MELALUI PENDEKATAN PENGATURAN PERILAKU
Stasiun Tanjung Karang saat ini mengalami penumpukan aktivitas yang tidak teratur antara fungsi transportasi dan kegiatan sosial masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan merancang ulang stasiun menjadi ruang publik yang adaptif dan mampu mewadahi berbagai perilaku pengguna secara harmonis. Manfaat dari perancangan ini adalah terciptanya area transit yang lebih efisien sekaligus menjadi ruang sosial yang aman bagi warga Kota Bandar Lampung. Lingkup perancangan difokuskan pada pengembangan bangunan stasiun dan kawasan sekitarnya dengan pendekatan arsitektur berbasis perilaku. Batasan masalah ditekankan pada penataan ulang zona publik, semi-publik, dan operasional guna menghindari konflik ruang antara penumpang dan pedagang informal. Metodologi yang digunakan adalah desain berbasis perilaku melalui observasi langsung terhadap pola pergerakan dan aktivitas harian pengguna. Interpretasi data dilakukan dengan menganalisis hubungan antara peran pengguna, aturan ruang, dan elemen fisik bangunan melalui skema pengaturan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ruang transisi dan elemen desain yang fleksibel mampu menciptakan sirkulasi yang tertib tanpa menghilangkan dinamika sosial di stasiun. Kesimpulannya, strategi desain ini berhasil mengoptimalkan Stasiun Tanjung Karang sebagai simpul transportasi sekaligus ruang interaksi publik yang inklusif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210083
Keyword
Behavior Setting Arsitektur Temporal Ruang Publik Intermoda Stasiun Arsitektur Spasial Arsitektur Prilaku