(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Modifikasi Biosensor Quartz Crystal Microbalance Dengan Lapisan Nanofiber Polyacrylonitrile/ꞵ-Cyclodextrin Untuk Deteksi Benzena Sebagai Biomarker Tuberkulosis


Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling banyak ditemukan di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan beban TB tertinggi, dengan sekitar 889.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM) yang dilapisi nanofiber poliakrilonitril/β-Siklodekstrin (PAN/β-CD) untuk deteksi benzena sebagai biomarker volatile organic compounds (VOCs) tuberkulosis. Pada penelitian ini, benzena digunakan sebagai analit utama. Nanofiber dibuat menggunakan metode elektrospinning. Hasil fabrikasi dikarakterisasi menggunakan SEM dan FTIR. Karakterisasi SEM menunjukkan diameter rata-rata nanofiber sebesar 224,3 nm untuk PAN dan 299,8 nm untuk PAN/β-CD, sedangkan FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas PAN dan β-CD. Sensor PAN/β-CD menunjukkan linearitas yang sangat baik terhadap benzena (R² = 0,9839), dengan sensitivitas sebesar 0,01043 Hz/ppm, batas deteksi (limit of detection, LoD) 158,2 ppm, dan batas kuantifikasi (limit of quantification, LoQ) 479,39 ppm. Waktu respons sensor berada pada rentang 19,37–69,01 s (t63) dan 44,55–158,74 s (t90). Selain itu, sensor menunjukkan respons frekuensi yang lebih tinggi terhadap benzena dibandingkan etanol, metanol, sikloheksana, dan aseton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sensor PAN/β-CD berpotensi dikembangkan sebagai alat diagnostik non-invasif untuk deteksi tuberkulosis.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210072

Keyword
Tuberkulosis Quartz Crystal Microbalance (QCM) nanofiber PAN/β-Cyclodextrin benzena