PEMODELAN HIDRODINAMIKA PESISIR SRAGI MENGGUNAKAN DELFT3D DENGAN PENDEKATAN ECO-GEOMORFODINAMIK UNTUK MENGEVALUASI PERAN MANGROVE SEBAGAI PELINDUNG NATURAL
Wilayah Pesisir Timur Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Kecamatan Sragi, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana banjir pasang surut (rob) akibat interaksi pasang surut, gelombang laut, dan penurunan muka tanah. Banjir rob ini secara konsisten mengancam infrastruktur dan mata pencaharian penduduk pesisir yang didominasi oleh pembudidaya tambak. Sebagai upaya mitigasi, penelitian ini mengevaluasi efektivitas ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai alami yang dinilai lebih adaptif dan berkelanjutan dibandingkan dengan struktur beton yang kaku. Penelitian ini mengembangkan model numerik hidrodinamika menggunakan perangkat lunak Delft3D yang mengintegrasikan secara langsung modul FLOW dan WAVE. Dengan mengaplikasikan pendekatan eco-geomorfodinamik, kehadiran sabuk hijau mangrove direpresentasikan secara statis di dalam domain komputasi melalui peningkatan koefisien kekasaran dasar perairan (Manning n = 0,14). Nilai ini berfungsi memberikan gaya hambat atau friksi dasar yang jauh lebih besar terhadap energi hidrodinamika, berbanding terbalik dengan perairan terbuka (Manning n = 0,02). Evaluasi keandalan mitigasi dilakukan melalui analisis komparatif antara skenario eksisting tanpa mangrove dan skenario mitigasi dengan pelindung mangrove.
Berdasarkan hasil ekstraksi konstanta harmonik, perairan Sragi diklasifikasikan memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda (Mixed Tide Prevailing Semidiurnal) dengan nilai bilangan Formzhal 1,73. Model komputasi terbukti valid dan akurat dengan tingkat kesalahan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 13,55% terhadap data observasi muka air lapangan. Hasil simulasi komparatif pada puncak kondisi ekstrem pasang purnama (1–16 Desember 2025) menunjukkan bahwa sabuk hijau mangrove sangat efektif mendisipasi energi hidrodinamika pesisir. Mangrove mampu mereduksi kecepatan arus laut secara masif dengan persentase maksimal mencapai 99,54% akibat gesekan dasar. Di sisi lain, persentase reduksi terhadap tinggi gelombang tercatat relatif lebih kecil dan berfluktuasi secara spasial akibat dari proses refleksi gelombang lokal di sekitar morfologi pesisir. Kesimpulannya, ekosistem mangrove berfungsi sangat optimal dalam meredam kecepatan arus laut dan secara mekanis mampu mentransformasi energi kinetik banjir rob yang destruktif menjadi sekadar genangan air berenergi rendah, menjadikannya solusi mitigasi bencana pesisir yang sangat mumpun
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210056
Keyword
Banjir Rob Delft3D Eco-Geomorfodinamik Mangrove Pemodelan Hidrodinamika