Redesain Lanskap Taman Sundai di Kota Jakarta Timur Sebagai Upaya Mitigasi Banjir dengan Pendekatan Infrastruktur Hijau
Jakarta Timur merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan banjir tinggi akibat curah hujan ekstrem, urbanisasi, dan keterbatasan ruang resapan, sebagaimana ditunjukkan oleh kategori risiko tinggi pada Dokumen Kajian Risiko Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022–2026. Taman Sundai yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya dan berbatasan langsung dengan Kali Sunter memiliki potensi strategis sebagai ruang terbuka hijau untuk mitigasi banjir, namun fungsi ekologisnya belum optimal, ditandai oleh rendahnya kapasitas infiltrasi dan belum terintegrasinya sistem pengelolaan air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi (1) potensi dan kendala lanskap serta (2) merumuskan redesain taman berbasis infrastruktur hijau dengan menggunakan metode campuran melalui analisis fisik, biologis, dan sosial budaya serta sintesis tapak berdasarkan modifikasi LaGro (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Taman Sundai (Taman Sundai Rastari) memiliki potensi topografi yang mendukung pengelolaan air, namun belum optimal akibat rendahnya infiltrasi dan tingginya limpasan yang diperparah curah hujan tinggi (2) Hal ini dapat dioptimalkan melalui penerapan elemen infrastruktur hijau seperti kolam retensi, kolam detensi, bioswales, rain garden, dan sumur resapan, yang diintegrasikan dalam pembagian kawasan menjadi Zona Rawat Alam (±1,7 ha), Zona Padepokan Rame (±1,1 ha), dan Zona Teduh Kampung (±0,2 ha). Redesain dengan branding Taman Sundai Rastari ini mampu meningkatkan fungsi ekologis taman sebagai sistem pengelolaan air berbasis lanskap yang adaptif dan berkelanjutan, dengan keluaran berupa site plan, potongan tampak, dan visualisasi tiga dimensi (3D).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210052
Keyword
kerentanan banjir LaGro mix method ruang resapan