EKSPLORASI “BREATHING ARCHITECTURE” SEBAGAI STRATEGI PERANCANGAN EDU - PARK HUTAN MANGROVE PETENGORAN, PESAWARAN, LAMPUNG
Perancangan kawasan mangrove di Hutan Mangrove Petengoran menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan aspek konservasi, pendidikan, dan pariwisata secara berkelanjutan. Kawasan ini memiliki potensi ekologis yang tinggi, namun belum didukung oleh desain tata ruang yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Mangrove Edupark dengan pendekatan biomimikri melalui sistem biologi pneumataphore sebagai dasar pembentukan ruang. Manfaat dari penelitian ini adalah menghasilkan konsep arsitektur yang responsif terhadap iklim tropis dan meningkatkan kualitas pengalaman spasial dan edukasi lingkungan. Ruang lingkup penelitian meliputi perancangan kawasan dan bangunan berdasarkan sistem ekologis, dengan keterbatasan aspek arsitektur dan lanskap tanpa membahas aspek struktural yang detail. Metodologi yang digunakan meliputi studi literatur, analisis lokasi, eksperimen material berbasis porositas, dan proses terjemahan biologi ke arsitektur. Data ditafsirkan melalui pengenalan pola, jaringan, dan tingkat kepadatan yang dihasilkan dari percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pneumataphore dapat diterjemahkan menjadi sistem spasial yang berpori, adaptif, dan terhubung, menghasilkan arsitektur yang mampu "bernapas" dan selaras dengan lingkungan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210042
Keyword
biomimikri pneumatafor arsitektur bernafas bakau porositas