Pemetaan Wilayah Potensial IPAH sebagai Upaya Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih di Sebagian WP Barat Kabupaten Bogor
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi permasalahan di sebagian WP Barat Kabupaten Bogor yang mencakup Kecamatan Tenjo, Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, dan Nanggung. Permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan karena belum sepenuhnya terlayani jaringan perpipaan, sementara wilayah ini memiliki potensi curah hujan tinggi yang belum dimanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah potensial penerapan Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) di wilayah penelitian. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif berbasis analisis spasial dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), dilakukan integrasi empat parameter berupa curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan yang diberikan skor dan pembobotan berdasarkan literatur. Setelahnya dilakukan overlay dengan Weighted Linear Combination (WLC). Hasil penelitian menunjukkan wilayah potensial mendukung penerapan IPAH meliputi klasifikasi sedang, potensial, dan sangat potensial sebesar 54,44 persen dari total luas wilayah penelitian. Klasifikasi sangat potensial seluas 10.674 Ha atau 14,74 persen, dengan dominasi berada di Kecamatan Tenjo. Hasil perhitungan potensi tangkapan air hujan sebanyak 1.584,84 L/d, dengan kebutuhan air bersih tahun 2025 sebesar 748 L/d, perbandingan ini menunjukkan air tangkapan air hujan setara dengan 212,14 persen dari kebutuhan air bersih. Hasil ini diperkuat validasi lapangan menunjukkan 74,29 persen sampel masyarakat kekurangan air bersih. Hasil ini menegaskan bahwa IPAH relevan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah yang belum terjangkau perpipaan dan memiliki keterbatasan akses air bersih.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210022
Keyword
Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) pemetaan wilayah potensial Weighted Linear Combination (WLC) kebutuhan air bersih WP Barat Kabupaten Bogor