(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

REAKTIVASI WARISAN KOTA MELALUI ADAPTIVE REUSE: PERANCANGAN HERITAGE COMMON PADA EKS PENJARA BUKITTINGGI SEBAGAI KATALIS AKTIVASI KAWASAN


Bukittinggi yang dikenal sebagai kota bersejarah dan merupakan salah satu wisata Heritage di Sumatera Barat dengan ditandai banyaknya bangunan Cagar Budaya peninggalana kolonial Belanda. Namun sebagian bangunan tersebut mengalami degradasi, baik secara fisik, dan fungsi. Sehingga menimbulkan fenomena bangunan terbengkalai yang berpotensi mengurangi kualitas kawasan Heritage kota. Salah satu bangunan tersebut adalah Eks Penjara Lama Bukittinggi atau yang memiliki nama Gevangenis van fort de kock . Sebuah penjara yang didirikan pada zaman penjajahan kolonial Belanda yang masih dipertahankan sampai sekarang. Lokasi bangunan yang berada di pusat aktivitas wisata menjadikan bangunan ini memiliki potensi untuk direvitalisasi sebagai pemicu aktivitas baru yang membantu pengembangan kawasan Heritage. Bangunan ini telah tercatat sebagai Situs Cagar Budaya dari 42 Bangunan yang ada di Bukittinggi. Penerapan strategi Urban Acupuncture pada perancangan ini untuk melihat aktivasi titik-titik utban yang mengalami degradasi untuk menghasilkan dampak positif terhadap kawasan secara luas. Untuk merespon hal tersebut dilakukan upaya Revitalisasi dengan metode Adaptive Reuse, sebagai strategi pelestarian bangunan Cagar Budaya dan mengadaptasi fungsi baru tanpa menghilangkan nilai historisnya. Hal ini dilakukan dengan cara menerapkan struktur baru yang bersifat reversibilitas yang dapat dibongkar tanpa merusak bangunan eksisting. Serta mengadaptasi fungsi baru dengan nama Heritage Common yang berfungsi sebagai creative hub sebagai wadah kegiatan komunitas, ekonomi, kreatif, edukasi, dan pelestarian budaya. Fasilitas seperti ruang kolaborasi, pameran, area komersial dan ruang publik disesiakan untuk aktivitas masyarakat dan wisatawan. Melalui perancangan ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali ruang yang telah mati di titik strategis kota dan memperkuat kembali identitas kawasan Heritage di Bukittinggi.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210017

Keyword
Degradasi Adaptive Reuse Urban Acupuncture Heritage Cagar Budaya