Adaptive Temporary Units: Transformasi Hunian Menjadi Galeri Budaya Untuk Mendukung Dinamika Festival Pacu Jalur Di Tepian Narosa
Kawasan Tepian Narosa di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau merupakan ruang publik yang mendukung aktivitas sosial, budaya, dan pariwisata dengan festival Pacu Jalur sebagai atraksi utama yang mampu mendatangkan jutaan wisatawan lokal dan mancanegara setiap tahunnya. Tingginya aktivitas wisata yang bersifat musiman menyebabkan fasilitas kawasan belum dapat dimanfaatkan secara optimal di luar periode festival. Perancangan ini bertujuan untuk merancang ruang adaptif melalui pendekatan arsitektur fleksibilitas berupa unit modular yang dapat bertransformasi dari hunian menjadi galeri budaya. Ruang lingkup perancangan difokuskan pada pengembangan sistem unit modular berbasis panel kayu 4 x 4 meter untuk modul double dan 2 x 4 meter untuk modul single yang dirancang hingga membentuk sebuah konfigurasi yang mampu bertransformasi dari hunian sementara pada masa festival menjadi galeri budaya sepanjang tahun sebagai respons terhadap dinamika aktivitas festival. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain kontekstual dengan prinsip modularitas dan konstruksi ringan. Perancangan ini menghasilkan empat konfigurasi ruang yaitu Jalur, Kayuah, Bairing, dan Togak Haluan yang masing-masing merespons fase berbeda dalam kalender festival, sekaligus menjadikan kawasan Tepian Narosa sebagai ruang budaya yang hidup sepanjang tahun.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210015
Keyword
Adaptif Modular Pacu Jalur Galeri Budaya Ruang Fleksibel