EVALUASI KESESUAIAN GEOMETRI LENGKUNG HORIZONTAL DAN REKOMENDASI PERAWATAN JALANREL (STUDI KASUS: JALAN REL JALUR TUNGGAL KM1+986 S.D. KM 2+240 DI MEDAN)
Geometri lintasan pada jalan rel lengkung merupakan faktor penting
yang memengaruhi keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geometri lintasan
pada Lengkung III Km 1+968–Km 2+240 lintas MDNB–BAP serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan perubahan geometri
lintasan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods
melalui pemeriksaan manual, pengukuran menggunakan Track
Geometry Trolley (TGT), serta analisis data teknis berdasarkan standar
perkeretaapian yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lengkung dengan jari-jari 349,5
m memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam, sedangkan kecepatan
operasi yang diterapkan sebesar 70 km/jam. Perhitungan menghasilkan
pertinggian maksimum 108,9 mm, pertinggian optimum 83,4 mm, dan
iv
cant deficiency sebesar 25,5 mm yang termasuk kategori prioritas
perawatan. Selain itu, ditemukan ketidaklengkapan penambat elastis
dan insulator serta kondisi drainase yang kurang memadai sehingga
berpotensi menurunkan kestabilan lintasan. Secara keseluruhan,
perubahan geometri lintasan dipengaruhi oleh ketidaksesuaian
pertinggian, kondisi struktur pendukung, dan sistem drainase yang
kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemeriksaan dan
pemeliharaan untuk menjaga kondisi lintasan tetap sesuai standar
keselamatan operasi kereta api.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606210014
Keyword
lengkung rel Track Geometry Trolley Track Geometry Trolley cant deficiency perawatan jalan rel.