Uji Aktivitas Antioksidan dan Antikolagenase terhadap Ekstrak dan Fraksi Daun Sirsak (Annona muricata L.) secara In Vitro sebagai Kandidat Anti-aging
Penuaan kulit (skin aging) merupakan proses degeneratif yang
dipengaruhi oleh stres oksidatif dan degradasi kolagen. Daun sirsak
(Annona muricata L.) diketahui mengandung metabolit sekunder
seperti flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan
dan antikolagenase ekstrak etanol dan fraksi daun sirsak. Ekstraksi
dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%,
dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair
dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan akuades. Aktivitas antioksidan
diuji menggunakan metode ABTS, diukur pada panjang gelombang 745
nm. Aktivitas antikolagenase diuji dengan metode ninhidrin pada
konsentrasi 150 µg/mL, diukur pada panjang gelombang 570 nm.
Kuersetin digunakan sebagai kontrol positif untuk uji aktivitas
antioksidan dan antikolagenase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada uji antioksidan, nilai IC₅₀ kuersetin, ekstrak etanol, fraksi nheksan, fraksi etil asetat, dan fraksi akuades berturut-turut adalah
3,828±0,030; 12,527±0,212; 17,826±1,084; 5,298±0,529; dan
7,773±0,414 µg/mL. Pada uji antikolagenase, kontrol positif kuersetin
memiliki IC₅₀ sebesar 30,381±6,763 µg/mL, sedangkan daya
penghambatan yang ditimbulkan oleh ekstrak etanol, fraksi n-heksan,
fraksi etil asetat, dan fraksi akuades menunjukkan ekuivalensi terhadap
kuersetin berturut-turut sebesar 126,423±7,501; 117,974±14,856;
160,090±1,956; dan 149,149±2,032 µg QE/mL. Berdasarkan hasil
pengujian antioksidan dan antikolagenase secara in vitro, fraksi etil
asetat merupakan fraksi yang paling potensial sebagai kandidat antiaging dibandingkan fraksi lainnya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606200028
Keyword
Annona muricata L. antioksidan antikolagenase ABTS anti-aging