Akulturasi Budaya Jepang Dan Lampung Pada Perancangan Pusat Pelatihan Karate Dan Tari Di Kotabumi
Tingginya minat generasi muda di Kotabumi, Lampung Utara, terhadap seni bela diri Karate dan seni tari tradisional tidak sebanding dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, sehingga komunitas lokal terpaksa berlatih di ruang publik yang tidak memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan strategi organisasi ruang spasial terpadu serta mentransfromasikan nilai filosofis dan karakteristik gerak kedua disiplin ilmu secara harmonis. Manfaat dari proyekk ini adalah menyediakan wadah profesional yang mampu memaksimalkan potensi atlet dan penari, sekaligus menjadi ikon pelestarian budaya lokal di Kotabumi. Lingkup perancangan difokuskan pada fasilitas inti pelatihan, ruang publik komunal, dan fasilitas penunjang lainnya untuk mendukung fungsi utama bangunan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan wawancara praktisi, serta analisis data sekunder berupa studi pustaka dan preseden bangunan dojo serta sanggar tari. Hasil penelitian ini berupa visualisasi desain arsitektur Pusat Pelatihan Karate dan Tari yang menerapkan pendekatan akulturasi budaya melalui sintesis elemen spasial tradisional seperti struktur panggung serta artikulasi gubahan massa geometris yang dinamis berdasarkan transformasi pola gerak dasar kedua komunitas.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190060
Keyword
Akulturasi Budaya Karate Tari Lampung Gerak Tubuh Pusat Pelatihan