Revitalisasi Pasar Koga
Pasar tradisional selama ini hanya dipandang sebagai ruang transaksi. Pandangan sempit ini membuat banyak proyek revitalisasi yang selama ini dilakukan gagal. Bangunannya diperbaiki, fasilitas diperbarui, tetapi kehidupan sosialnya tidak kembali. Pasar hanya dipandang sebagai tempat ekonomi berjalan, padahal didalamnya terdapat berbagai interaksi sosial mulai dari sekedar bertemu, bernegosisasi, hingga bertukar informasi.
Pasar Koga merupakan pasar tradisional yang berada di Kecamatan Kedaton. Memiliki luas ±6.600 meter persegi dengan kapasitas pedagang mencapai 400 pedagang. Pasar Koga merupakan contoh konkret bagaimana sebuah pasar tidak memfasilitasi interaksi, tidak membangun identitas lokal, dan tidak mengundang aktivitas masyarakat di luar transaksi. Akibatnya, pasar tidak menjadi destinasi, tetapi hanya menjadi titik fungsi dan semakin hari semakin diambil alih oleh minimarket, aplikasi belanja, atau pusat komersial.
Revitalisasi pasar bukan hanya memperbaiki wujudnya, tetapi menghidupkan kembali peranan sosialnya. Pasar harus kembali menjadi ruang publik yang inklusif, tempat orang saling melihat, saling menyapa, dan merasa menjadi bagian dari komunitas. Tanpa mengembalikan fungsi sosial ini, tidak ada revitalisasi yang benar-benar berhasil.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190042
Keyword
Revitalisasi pasar Arsitektur Perilaku Vitalitas Komunitas Revitalization Behavior Architectural Community Vitality