(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Perancangan krakatau Learning Center di Lampung Selatan dengan Pendekatan Kontemporer


View/Open

Author
MARZUKI,

Date Published
17 Jun 2026

Advisor
David Ricardo, S.T., M.T,
Galuh Fajarwati, S.T.,M.Ars,

Subject
Teknik Arsitektur

Publisher


Kabupaten Lampung Selatan memiliki salah satu gunung berapi aktif paling bersejarah di dunia yang terletak di Selat Sunda, yaitu Gunung Krakatau. Letusan dahsyatnya pada waktu lampau tidak hanya mengubah peta geologi dunia, tetapi juga meninggalkan warisan sejarah dan potensi daya tarik pariwisata global yang sangat besar. Menyadari potensi luar biasa tersebut, pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan menginisiasi gagasan strategis untuk merancang sebuah kawasan Krakatau Historical Corner. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh urgensi akan hadirnya sebuah tengara (landmark) berskala kawasan yang mampu menjadi identitas baru bagi daerah, sekaligus memanifestasikan memori sejarah ke dalam bentuk fisik yang membanggakan. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk mewujudkan sebuah fasilitas terpadu bernama Krakatau Learning Center. Fasilitas ini dirancang agar tidak hanya sekadar berfungsi sebagai ruang pamer atau tempat penyimpanan informasi geologi secara konvensional, melainkan bertransformasi menjadi pusat edukasi yang interaktif, kekinian, dan inovatif guna menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode perancangan yang diterapkan berfokus pada pendekatan arsitektur kontemporer. Prinsip pendekatan kontemporer seperti gubahan massa yang ekspresif, imajinatif, dan dinamis menjadi alasan utama mengapa pendekatan ini dipilih. Melalui metode ini, proses perancangan dapat mengintegrasikan dua gagasan utama yang merepresentasikan perpaduan antara bentuk massa Gunung dan budaya lokal. Secara visual, rancangan ini menghasilkan konsep bangunan ikonis yang secara visual mengadaptasi bentuk morfologi Gunung Krakatau yang kokoh dan berkarakter kuat. Gubahan massa yang terinspirasi dari bentuk Gunung Berapi tersebut kemudian disandingkan dengan penerapan elemen budaya lokal, yaitu penggunaan motif khas kain tenun tapis Lampung Selatan yang diaplikasikan secara menjadi selubung fasad luar bangunan (secondary skin). Sinkronisasi visual dan filosofis ini menjadi dasar utama dalam penentuan proporsi massa, fasad, dan organisasi ruang di dalamnya. Hasil akhir berupa perancangan Krakatau Learning Center yang fungsional, interaktif, dan beridentitas kuat, yang diharapkan mampu menjadi ikon magnet pariwisata unggulan sekaligus kebanggaan representatif bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190013

Keyword
Krakatau Learning Center Arsitektur Kontemporer Gunung Krakatau Kain Tenun Tapis Lampung Selatan