Analisis Efektivitas Sistem Pelindung Pantai Natural Mangrove dengan Geobag dan Bambu Sebagai Upaya Mitigas Bencana Banjir Rob
Wilayah pesisir Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, merupakan kawasan yang rentan terhadap abrasi pantai dan banjir rob akibat interaksi proses hidrodinamika laut, morfologi pantai, serta pengaruh pasang surut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan pesisir, terganggunya aktivitas masyarakat, dan menurunnya fungsi ekosistem mangrove sebagai pelindung alami pantai. Upaya rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove telah dilakukan, namun pada fase awal pertumbuhan, vegetasi mangrove belum memiliki sistem perakaran yang cukup kuat untuk menahan energi gelombang. Oleh karena itu, diperlukan struktur pelindung pantai sementara yang efektif, ramah lingkungan, dan mampu mereduksi energi gelombang sebelum mencapai kawasan mangrove. Struktur permeabel berupa geobag dan bambu dipilih sebagai alternatif solusi karena dinilai sesuai dengan pendekatan building with nature serta memiliki potensi disipasi energi gelombang yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas struktur geobag dan bambu dalam meredam gelombang melalui pendekatan pemodelan fisik di laboratorium. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Kelautan Institut Teknologi Sumatera menggunakan wave flume dua dimensi sebagai media pengujian. Model fisik disusun dengan memperhatikan kesetaraan geometris, kinematis, dan dinamis antara model dan prototipe, dengan menerapkan prinsip kesetaraan Froude. Struktur geobag dan bambu dimodelkan dalam skala tertentu dan ditempatkan di dalam wave flume untuk mensimulasikan kondisi perlindungan pantai di lapangan. Gelombang yang digunakan dalam pengujian berupa gelombang reguler dengan variasi tinggi dan periode gelombang yang merepresentasikan kondisi hidrodinamika pesisir Lampung Selatan.
Pengukuran elevasi muka air dilakukan menggunakan wave probe yang terhubung dengan sistem akuisisi data beresolusi tinggi (High Resolution Data Acquisition / HR DAQ), sehingga diperoleh data deret waktu elevasi muka air secara kontinu dan akurat. Penempatan wave probe ditentukan berdasarkan kriteria jarak minimum dari pembangkit gelombang dan struktur uji, dengan tujuan memastikan gelombang yang terekam telah berkembang sempurna serta meminimalkan pengaruh refleksi gelombang. Data elevasi muka air yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode zero upcrossing untuk mengekstraksi parameter gelombang individual, seperti tinggi gelombang dan periode gelombang. Untuk memastikan keandalan data pengukuran, dilakukan validasi antara data wave probe dan data pengamatan visual menggunakan metode Root Mean Squared Error (RMSE).
Efektivitas struktur geobag dan bambu dalam meredam energi gelombang dianalisis berdasarkan nilai koefisien transmisi (Kt), yaitu perbandingan antara tinggi gelombang transmisi setelah melewati struktur terhadap tinggi gelombang datang. Nilai Kt digunakan sebagai indikator utama kinerja struktur, di mana nilai Kt yang lebih kecil menunjukkan kemampuan redaman gelombang yang lebih baik. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh karakteristik struktur, termasuk dimensi dan sifat permeabilitas, serta parameter gelombang datang seperti tinggi dan periode gelombang. Selain itu, pendekatan analisis dimensi dengan metode Buckingham Pi digunakan untuk mengkaji hubungan antara parameter tak berdimensi yang mempengaruhi proses transmisi gelombang pada struktur permeabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur geobag dan bambu mampu menurunkan tinggi gelombang secara signifikan pada kondisi pengujian tertentu, yang tercermin dari nilai koefisien transmisi yang relatif rendah. Disipasi energi gelombang pada struktur permeabel terjadi melalui kombinasi mekanisme gesekan aliran fluida, aliran melalui pori dan celah struktur, pembentukan turbulensi lokal, serta refleksi parsial gelombang. Variasi efektivitas redaman dipengaruhi oleh konfigurasi struktur dan karakteristik gelombang datang. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi struktur geobag dan bambu berpotensi menjadi sistem pelindung pantai sementara yang efektif dan ramah lingkungan untuk mendukung mitigasi abrasi dan banjir rob, sekaligus melindungi dan menunjang pertumbuhan mangrove di pesisir Lampung Selatan.
Kata kunci: Abrasi Pantai, Banjir Rob, Geobag, Bambu, Pelindung Pantai, Koefisien Transmisi, Pemodelan Fisik
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190002
Keyword
Abrasi Pantai Banjir Rob Geobag Bambu Pelindung Pantai Koefisien Transmisi Pemodelan Fisik