Perancangan Ilustrasi Buku Cerita Begu Ganjang Mitos Masyarakat Batak sebagai Pengetahuan Urban Legend bagi Kalangan Generasi Muda Batak
Mitos Begu Ganjang, sebagai salah satu kekayaan folklore Batak di Sumatera Utara, mencerminkan sistem kepercayaan pra-Kristen sekaligus berfungsi sebagai alat pengendalian sosial dalam masyarakat Batak. Sayangnya, di era konten digital yang mendominasi, cerita ini sering terdistorsi atau hampir punah bagi generasi muda (22–25 tahun) yang melek visual dan menyukai urban legend. Penelitian ini ingin menyusun strategi desain ilustrasi buku cerita untuk mengubah mitos Begu Ganjang dari sekadar hantu menjadi urban legend yang relevan dan menarik, serta sebagai media pendidikan budaya yang melestarikan warisan lisan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui survei dan wawancara. Data primer dikumpul lewat kuesioner terstruktur yang disebar di media sosial kepada responden usia 22–25 tahun, untuk mengukur preferensi visual, ketertarikan pada genre misteri/horor, serta familiaritas dengan mitos lokal. Data dianalisis secara deskriptif dan korelasional guna menentukan gaya ilustrasi digital modern serta visual storytelling yang paling sesuai. Kerangka teori didasari tiga pilar: fungsi ilustrasi sebagai visual storytelling, urban legend sebagai sarana edukasi budaya, dan analisis etnografis mitos Begu Ganjang di masyarakat Batak. Hasilnya berupa konsep ilustrasi buku cerita (digital/cetak) yang menggabungkan estetika horor/misteri kontemporer dengan elemen Batak autentik. Konsep ini diharapkan menjadi pendorong revitalisasi folklor Batak, meningkatkan literasi budaya, serta menghubungkan tradisi dengan visual generasi digital.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180310
Keyword
Ilustrasi Buku Cerita Begu Ganjang Mitos Batak Urban Legend Mahasiswa Batak