(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Kerentanan Bahaya Erosi dan Zonasi Spasial Menggunakan Metode USLE (Studi Kasus: Embung Desa Tanjung Agung)


Daerah tangkapan Embung Tanjung Agung memiliki potensi erosi yang dapat memengaruhi kondisi dan fungsi embung, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui besarnya laju erosi, tingkat kerentanan, serta potensi sedimentasi yang terjadi. Penelitian dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan mempertimbangkan faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), serta pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Data curah hujan tahun 2015-2024 menunjukkan fluktuasi yang cukup jelas, dengan nilai erosivitas tertinggi pada tahun 2017 dan terendah pada tahun 2014.. Wilayah ini didominasi oleh tanah alluvial dengan nilai K sebesar 0,29 (kategori sedang), serta penggunaan lahan yang beragam dengan nilai CP rata-rata 0,2785, serta kondisi topografi yang umumnya datar hingga landai meskipun terdapat beberapa bagian dengan lereng lebih curam. Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata laju erosi sebesar 120,25 ton/ha/tahun yang termasuk kategori sedang, namun pada bagian catchment area embung dominan berada pada kelas berat (180-480 ton/ha/tahun). Nilai SDR (Sediment Delivery Ratio) sebesar 0,96 menunjukkan bahwa hanya sebagian tanah tererosi yang sampai ke embung. Secara keseluruhan, variasi curah hujan, kondisi lereng, dan tutupan lahan menjadi faktor yang berperan dalam menentukan besarnya erosi di daerah tangkapan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180266

Keyword
erosi tanah kerentanan erosi USLE sedimentasi tangkapan air