Rekayasa Material Berbasis Mikroselulosa dari Serat Kelapa Sawit Kombinasi PLA/PGA sebagai Kandidat Benang Medis untuk Luka Robek
Serat kelapa sawit memiliki kandungan selulosa yang berpotensi
sebagai bahan penguat alami dalam pengembangan material benang
medis biodegradable berbasis PLA dan PGA untuk penanganan luka
robek. Mikroselulosa diperoleh melalui proses delignifikasi
menggunakan NaOH dan H₂O₂ serta bleaching menggunakan NaClO,
menghasilkan selulosa dengan kemurnian tinggi berdasarkan analisis
FTIR yang menunjukkan gugus khas selulosa dan hilangnya puncak
karbonil lignin. Mikroselulosa kemudian difabrikasi ke dalam matriks
PLA/PGA dengan variasi komposisi. Hasil FTIR komposit
menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, namun terdapat
interaksi hidrogen antara mikroselulosa dan matriks polimer. Uji
degradasi menunjukkan peningkatan persentase kehilangan massa
seiring bertambahnya mikroselulosa, dengan nilai tertinggi 15,05%
pada variasi 30%. Analisis SEM memperlihatkan morfologi permukaan
yang homogen dan berpori tanpa aglomerasi, dengan diameter pori
minimum 1,52 µm, maksimum 4,09 µm, dan rata-rata 2,27 ± 0,52 µm.
Uji tarik menunjukkan peningkatan sifat mekanik pada variasi terbaik,
dengan tegangan luluh 42 MPa, kuat tarik 45 MPa, dan elongasi 16%.
Uji kontaminasi menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri pada
media pertumbuhan dengan kontrol bakteri Staphylococcus aureus dan
Escherichia coli. Komposit PLA/PGA/mikroselulosa menunjukkan
potensi sebagai material benang medis biodegradable untuk aplikasi
luka robek.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180265
Keyword
benang medis luka robek mikroselulosa PGA PLA