(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Rekayasa Material Berbasis Mikroselulosa dari Serat Kelapa Sawit Kombinasi PLA/PGA sebagai Kandidat Benang Medis untuk Luka Robek


Serat kelapa sawit memiliki kandungan selulosa yang berpotensi sebagai bahan penguat alami dalam pengembangan material benang medis biodegradable berbasis PLA dan PGA untuk penanganan luka robek. Mikroselulosa diperoleh melalui proses delignifikasi menggunakan NaOH dan H₂O₂ serta bleaching menggunakan NaClO, menghasilkan selulosa dengan kemurnian tinggi berdasarkan analisis FTIR yang menunjukkan gugus khas selulosa dan hilangnya puncak karbonil lignin. Mikroselulosa kemudian difabrikasi ke dalam matriks PLA/PGA dengan variasi komposisi. Hasil FTIR komposit menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, namun terdapat interaksi hidrogen antara mikroselulosa dan matriks polimer. Uji degradasi menunjukkan peningkatan persentase kehilangan massa seiring bertambahnya mikroselulosa, dengan nilai tertinggi 15,05% pada variasi 30%. Analisis SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang homogen dan berpori tanpa aglomerasi, dengan diameter pori minimum 1,52 µm, maksimum 4,09 µm, dan rata-rata 2,27 ± 0,52 µm. Uji tarik menunjukkan peningkatan sifat mekanik pada variasi terbaik, dengan tegangan luluh 42 MPa, kuat tarik 45 MPa, dan elongasi 16%. Uji kontaminasi menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri pada media pertumbuhan dengan kontrol bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Komposit PLA/PGA/mikroselulosa menunjukkan potensi sebagai material benang medis biodegradable untuk aplikasi luka robek.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180265

Keyword
benang medis luka robek mikroselulosa PGA PLA