(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Peran Komunitas Adat dalam Pengelolaan Konflik Kawasan Hutan di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konflik tenurial kawasan hutan di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, yang disebabkan oleh tumpang tindih klaim antara masyarakat adat, pemerintah, dan perusahaan. Penetapan kawasan hutan Register 44 Sungai Muara Dua dan Register 46 Way Hanakau sebagai hutan negara tanpa pelibatan Komunitas Adat Marga Buay Pemuka Pangeran Ilir yang memiliki hak ulayat secara turun-temurun menimbulkan konflik penguasaan lahan yang turut memengaruhi posisi kelembagaan adat dalam pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas adat dalam pengelolaan konflik kawasan hutan, melalui identifikasi kondisi pemanfaatan ruang, bentuk konflik tenurial, serta peran komunitas adat. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif yang didukung data spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh ketidaksesuaian antara klaim hukum negara dan penguasaan faktual masyarakat adat. Komunitas adat berperan melalui musyawarah adat, pengaturan pemanfaatan ruang berbasis kearifan lokal, serta fungsi mediasi. Namun, peran tersebut belum optimal akibat terbatasnya pengakuan formal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan adat dalam pengelolaan kawasan hutan konflik tersebut.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180252

Keyword
Komunitas adat Konflik tenurial Kawasan hutan Pemanfaatan ruang