Pemanfaatan Limbah Cangkang Biji Karet (Hevea Brasiliensis) dan Limbah Ampas Tebu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket
Limbah biomassa perkebunan seperti cangkang biji karet dan ampas
tebu berpotensi besar sebagai bahan baku briket energi alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik briket dari
campuran kedua limbah serta menentukan formulasi terbaik
berdasarkan SNI 01-6235-2000. Briket dibuat dengan variasi komposisi
B1 (100:0), B2 (75:25), B3 (50:50), B4 (25:75), dan B5 (0:100)
cangkang biji karet : ampas tebu, menggunakan perekat tapioka 10%.
Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon
tetap, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan variasi komposisi
berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter (p<0,001). Variasi
B4 (25:75) menghasilkan nilai kalor tertinggi (5633,19 kalori/gram)
dan memenuhi tiga dari lima parameter SNI (kadar air 7,56%, kadar
abu 6,29%, nilai kalor ≥5000 kalori/gram), menjadikannya variasi
terbaik secara deskriptif. Hasil uji statistik juga merekomendasikan B3
dan B4 sebagai variasi terbaik karena memiliki kinerja energi yang
relatif setara dan memenuhi lebih banyak parameter SNI. Penelitian ini
menunjukkan bahwa kombinasi cangkang biji karet dan ampas tebu
berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif, namun
diperlukan optimalisasi proses karbonisasi untuk menurunkan kadar zat
terbang dan meningkatkan karbon tetap.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180244
Keyword
Biomassa briket cangkang biji karet ampas tebu nilai kalor SNI 01-6235-2000