KAJIAN NUMERIK FAKTOR GEOMETRI DAN POSISI MUKA AIR TANAH TERHADAP PERPINDAHAN LATERAL PADA LERENG TERLIKUIFAKSI
Interaksi antara geometri lereng, posisi muka air tanah, dan kondisi keadaan awal tanah dalam mengontrol pemicuan serta magnitudo lateral spreading pada lereng pasir terlikuifaksi belum banyak dikaji secara sistematis menggunakan model konstitutif keadaan kritis. Penelitian ini menganalisis pengaruh kemiringan lereng, posisi muka air tanah (MAT), dan state parameter awal (ψ₀) terhadap mekanisme keruntuhan dan perpindahan lateral lereng pasir jenuh menggunakan model NorSand pada perangkat lunak Metode Elemen Hingga. Sebanyak 45 simulasi dinamis disusun secara faktorial, dikalibrasi dengan parameter Fraser River Sand dan divalidasi terhadap Centrifuge Test LEAP-UCD 2017 dengan deviasi perpindahan puncak 2,0%. State parameter awal teridentifikasi sebagai pengontrol utama tipe mekanisme keruntuhan, diikuti kemiringan lereng, sedangkan posisi MAT berperan sebagai pemodulasi sekunder. Kondisi padat menunjukkan cyclic mobility tanpa kehilangan tegangan efektif permanen, sedangkan kondisi kontraktif mengalami flow liquefaction yang ditandai migrasi tegangan efektif rata-rata menuju nol pada garis keadaan kritis. Respons bersifat non-monotonik terhadap derajat kekontraktifan: kondisi loose teraktivasi pada ambang kemiringan lebih rendah dan lebih dini sehingga menghasilkan perpindahan terbesar, sedangkan very loose meskipun mengalami reduksi tegangan efektif paling dalam justru berpindah lebih kecil. Penelusuran evolusi state parameter menunjukkan magnitudo perpindahan dikendalikan oleh jendela waktu akumulasi regangan setelah onset keruntuhan, bukan oleh kedalaman kehilangan tegangan efektif. Karakterisasi gelombang menunjukkan amplifikasi situs tetap terjaga selama guncangan sehingga bahaya dominan bersumber dari aliran permanen pasca-guncangan. Hasil ini menegaskan pentingnya meninjau reduksi tegangan efektif rata-rata sebagai pemicu langsung keruntuhan aliran, sekaligus menyoroti perlunya mempertimbangkan jendela waktu akumulasi regangan, bukan semata derajat kekontraktifan, dalam penilaian bahaya lateral spreading.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180222
Keyword
likuifaksi perpindahan lateral NorSand state parameter cyclic mobility geometri lereng muka air tanah