(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Investigasi Struktur Sesar Payung – Sesar Pemali dan Kaitannya dengan Pembentukan Panas Bumi Radiogenik Pulau Bangka Berdasarkan Pemodelan 3D Metode Gravitasi


Pulau Bangka memiliki potensi panas bumi non vulkanik berupa panas bumi radiogenik yang berkaitan dengan keberadaan batuan granit yang mengandung unsur radioaktif. Aktivitas peluruhan radioaktif menghasilkan energi panas yang mempengaruhi sistem panas bumi di daerah tersebut. Kemunculan manifestasi air panas di beberapa area Pulau Bangka diperkirakan dikontrol oleh keberadaan struktur sesar aktif seperti Sesar Payung dan Sesar Pemali berperan sebagai jalur permeabel bagi aliran fluida panas bumi menuju permukaan dan batuan granit yang menjadi sumber panas dalam sistem panas bumi di Pulau Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis struktur bawah permukaan Pulau Bangka secara regional dan lokal berdasarkan pemodelan inversi 3D data GGMPlus, mengetahui perbedaan densitas dari kerangka tektonik regional Pulau Bangka berdasarkan hasil pemodelan struktur bawah permukaan untuk mengkonfirmasi model yang dikemukakan oleh Hutchison (1994) dan Ng et al. (2017), dan menganalisis model struktur bawah permukaan hasil pemodelan inversi 3D yang telah dikorelasikan dengan data Crust (1.0) untuk mengkonfirmasi bahwa granit sebagai batuan pembawa panas radiogenik di Pulau Bangka merupakan produk dari kerak benua. Metode gravitasi dengan data satelit GGMPlus (Global Gravity Model Plus) beresolusi 200 meter digunakan dalam penelitian ini. Analisis dilakukan melalui pemodelan inversi 3D menggunakan perangkat lunak ZondGM3D untuk target regional kedalaman dalam dan Grablox 1.6 untuk target lokal kedalaman dangkal. Hasil pemodelan berupa distribusi densitas bawah permukaan yang digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan. Hasil pemodelan juga dikorelasikan dengan data kerak bumi (Crust 1.0) untuk mengetahui bahwa batuan granit di Pulau Bangka merupakan produk dari kerak benua. Hasil menunjukkan bahwa struktur regional menunjukkan jika Pulau Bangka merupakan zona transisi tektonik dari blok Sibumasu dan Malaya Timur yang juga mempengaruhi evolusi tektonik Pulau Bangka, dimulai selama penutupan Paleo-Tethys, serta terdapat perkembangan Sesar Pemali dan Sesar Payung sebagai jalur migrasi magma dan fluida hidrotermal pada skala lokal. Perbedaan densitas bawah permukaan menunjukkan bahwa bagian Utara Pulau Bangka berasosiasi dengan blok Malaya Timur yang memiliki karakteristik nilai anomali relatif rendah dan ketebalan kerak relatif tipis yaitu 28.9 km, selaras dengan karakteristik blok Malaya Timur, sedangkan bagian Selatan berasosiasi dengan blok Sibumasu yang memiliki karakteristik nilai anomali relatif tinggi dengan ketebalan kerak yaitu 29.6 – 30.3 km. Korelasi hasil inversi dengan data Crust 1.0 menunjukkan bahwa granit di Pulau Bangka merupakan produk kerak benua dan berperan sebagai batuan pembawa panas radiogenik utama pada sistem panas bumi radiogenik di Pulau Bangka.Berdasarkan hasil penelitian, Pulau Bangka merupakan zona transisi tektonik dari blok Sibumasu dan Malaya Timur, serta terdapat perkembangan Sesar Pemali dan Sesar Payung sebagai jalur migrasi magma dan fluida hidrotermal pada skala lokal. Terdapat perbedaan densitas dan ketebalan kerak antara bagian Utara dan Selatan yang mendukung adanya pembagian dua blok tektonik regional di Pulau Bangka dan sebaran granit di Pulau Bangka merupakan bagian dari produk kerak benua yang berperan sebagai batuan pembawa panas radiogenik utama pada sistem panas bumi radiogenik di Pulau Bangka.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180131

Keyword
panas bumi radiogenik, metode gravitasi, pemodelan