BIOSINTESIS NANOKRISTAL LANTANUM OKSIDA (La2O3) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN NILAM (Pogostemon cablin B.) DAN UJI AKTIVITAS UV-PROTEKSI.
Paparan radiasi ultraviolet (UV) berlebih dapat menyebabkan berbagai kerusakan kulit sehingga diperlukan pengembangan material UV-proteksi yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin B.) sebagai agen penghidrolisis dan penstabil dalam biosintesis nanokristal lantanum oksida (La₂O₃), karakteristik material yang dihasilkan, serta aktivitas UV-proteksinya. Penelitian ini diharapkan memberikan alternatif UV-filter anorganik yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi diaplikasikan pada formulasi sunscreen. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada sintesis dan karakterisasi nanokristal La₂O₃ menggunakan ekstrak daun nilam, dengan pembanding berupa sintesis menggunakan heksamin. Penelitian dibatasi pada pengujian karakteristik fisikokimia dan aktivitas UV-proteksi tanpa formulasi produk kosmetik. Metode penelitian dilakukan melalui ekstraksi daun nilam, biosintesis La₂O₃, kalsinasi pada suhu 500 °C, serta karakterisasi menggunakan UV-DRS, FTIR, XRD, FESEM-EDX, TEM-SAED, PSA, dan UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nilam positif mengandung flavonoid yang berperan dalam pembentukan nanokristal La₂O₃. Karakterisasi mengonfirmasi terbentuknya fase kristalin La₂O₃ dengan ukuran kristalit sebesar 19,76 nm serta memiliki sifat optik yang mampu menyerap radiasi ultraviolet. Pengujian aktivitas UV-proteksi menunjukkan nilai SPF optimum sebesar 11,16 pada konsentrasi 0,042%. Hasil penelitian menunjukkan potensi nanokristal La₂O₃ hasil biosintesis sebagai material UV-proteksi berbasis biosintesis yang lebih ramah lingkungan.
Kata kunci: biosintesis, lantanum oksida, daun nilam, nanokristal, UV-proteksi
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180127
Keyword
Biosintesis lantanum oksida daun nilam nanokristal UV-Proteksi