(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Penurunan Kadar COD dan TSS Pada Limbah Cair Tempe Dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi


Industri tempe menghasilkan limbah cair dari proses pencucian, perendaman, dan perebusan kedelai yang mengandung bahan organik serta padatan tersuspensi tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu. Parameter pencemar yang umum digunakan untuk menilai kualitas limbah cair adalah Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solids (TSS). Penelitian ini menggunakan metode elektrokoagulasi dengan membuat variasi jarak antar elektroda dan waktu elektrolisis untuk menganalisis efektivitas penurunan kadar COD dan TSS serta menentukan kondisi operasi optimum pada pengolahan limbah cair tempe. Penelitian dilakukan secara batch skala laboratorium menggunakan elektroda aluminium dengan variasi jarak 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm serta waktu elektrolisis 60, 90, dan 120 menit pada tegangan 8 volt. Analisis COD dilakukan dengan metode spektrofotometri, sedangkan analisis TSS menggunakan metode gravimetri sesuai standar pengujian kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar COD dan TSS secara signifikan. Efektivitas penurunan COD tertinggi sebesar 80,05% diperoleh pada jarak elektroda 1,5 cm dan waktu 120 menit, sedangkan efisiensi penurunan TSS tertinggi sebesar 79,5% diperoleh pada jarak elektroda 1,5 cm dan waktu 90 menit. Metode elektrokoagulasi ini efektif dalam menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah cair tempe.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180112

Keyword
Limbah cair tempe elektrokoagulasi COD TSS