Peramalan Kasus Demam Berdarah Dengue Menggunakan Metode Wavelet–ARIMAX di Provinsi Lampung
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung yang jumlah kasusnya berfluktuasi dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan peramalan untuk mendukung upaya kewaspadaan dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suhu udara terhadap jumlah kasus DBD di Provinsi Lampung serta memperoleh hasil peramalan kasus DBD untuk 6 bulan ke depan menggunakan model Wavelet–ARIMAX. Data yang digunakan merupakan data bulanan jumlah kasus DBD dan suhu udara rata-rata periode Januari 2018 hingga Juni 2023. Tahapan analisis meliputi pra-pemrosesan data, transformasi wavelet, uji
stasioneritas, analisis Cross-Correlation Function (CCF), pembentukan model kandidat, estimasi parameter, uji diagnostik, evaluasi model, dan peramalan. Hasil analisis CCF menunjukkan bahwa lag suhu yang signifikan terdapat pada lag 2, 3, 4, 6, dan 7, dengan korelasi positif paling kuat pada lag 3 sebesar 0,654. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh suhu terhadap kasus DBD bersifat tertunda dan paling kuat muncul setelah tiga bulan. Berdasarkan
evaluasi model, model terbaik yang diperoleh adalah ARIMAX(3,1,2) dengan lag suhu 3 pada kerangka Wavelet–ARIMAX, karena memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) paling kecil sebesar 11,2477%. Hasil peramalan periode Januari 2023 hingga Juni 2023 menunjukkan bahwa model mampu mengikuti arah umum pergerakan data aktual dan mampu menggambarkan kecenderungan jumlah kasus DBD dalam jangka pendek. Dengan demikian, model Wavelet–ARIMAX dapat digunakan sebagai alat bantu peramalan kasus DBD di Provinsi Lampung dengan mempertimbangkan pengaruh suhu rata-rata udara sebagai variabel eksogen.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180094
Keyword
DBD deret waktu peramalan suhu udara Wavelet-ARIMAX