Analisis Kuantitatif Kondisi Atmosfer pada Wilayah Terdampak Langsung dan Tidak Langsung Siklon Tropis Seroja
Siklon tropis dapat menimbulkan cuaca ekstrem pada wilayah yang luas melalui sirkulasi atmosfernya. Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada April 2021 memberikan dampak signifikan di Benua Maritim Indonesia meskipun intensitasnya relatif lemah. Penelitian ini bertujuan menentukan radius dan luas wilayah terdampak langsung serta menganalisis kondisi atmosfer pada wilayah terdampak langsung dan tidak langsung. Analisis dilakukan di Benua Maritim Indonesia selama 1–6 April 2021 terhadap waktu penetapan siklon, yaitu 4 April 2021 pukul 18.00 UTC, menggunakan data reana
lisis ERA5, jejak siklon IBTrACS, dan curah hujan GSMaP. Metode yang digunakan meliputi analisis kondisi atmosfer–laut, analisis penampang vertikal hidrometeor dan sirkulasi vertikal, penentuan batas wilayah terdampak langsung berdasarkan penurunan kandungan hidrometeor dan pelemahan updraft melalui rata-rata vertikal, serta analisis kondisi atmosfer pada wilayah terdampak langsung dan tidak langsung. Hasil menunjukkan bahwa kondisi atmosfer–laut mendukung perkembangan Siklon Tropis Seroja, ditandai oleh MSLP pusat 995 hPa, SST >26,5°C, kecepatan angin maksimum 64,8 km/jam, serta sirkulasi angin siklonik di sekitar perairan Nusa Tenggara Timur. Wilayah terdampak langsung teridentifikasi pada radius 306,35–514,23 km dari pusat siklon, dengan kandungan kristal es pada ketinggian 7–18 km, partikel air cair 4–10,5 km, dan partikel hujan 0–6 km yang didukung updraft kuat. Dibandingkan wilayah terdampak tidak langsung, wilayah ini memiliki total hidrometeor lebih tinggi dengan dominasi kristal es hingga 70
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180080
Keyword
Siklon Tropis Seroja Struktur Vertikal Atmosfer Hidrometeor Luas Wilayah Terdampak Langsung ERA5