Analisis Potensi Kawasan Imbuhan Air Tanah dan Kesesuaiannya Terhadap Rencana Pola Ruang Kota Bandar Lampung Tahun 2021-2041.
Perkembangan wilayah Kota Bandar Lampung yang pesat mendorong terjadinya alih fungsi lahan dan berkurangnya kawasan imbuhan air tanah sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan hidrologis wilayah (Ramdhani dkk., 2024). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kawasan imbuhan air tanah serta mengevaluasi tingkat kesesuaiannya terhadap rencana pola ruang Kota Bandar Lampung berdasarkan RTRW Tahun 2021–2041 dengan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi geologi, penggunaan lahan, jenis tanah, kemiringan lereng, curah hujan, dan hidrologi dengan metode weighted overlay berbasis skoring dan pembobotan. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi kawasan imbuhan air tanah di Kota Bandar Lampung didominasi oleh kategori sedang seluas 13.325,30 Ha (74,06%), diikuti kategori tinggi sebesar 3.224,30 Ha (17,92%) dan kategori rendah sebesar 1.443,06 Ha (8,02%). Hasil analisis kesesuaian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada pada kategori kurang sesuai, yang mengindikasikan masih terdapat kawasan dengan potensi imbuhan air tanah yang belum selaras dengan arahan pola ruang. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian pemanfaatan ruang dan perlindungan kawasan imbuhan air tanah guna menjaga keberlanjutan fungsi hidrologis Kota Bandar Lampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180056
Keyword
Kawasan Imbuhan Air Tanah Pola Ruang Overlay Berbobot SIG Groundwater Recharge Area Spatial Planning Weighted Overlay GIS