Pendekatan Arsitektur Multisensori Pada Perancangan Pusat Rehabilitasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas di Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung
Kesehatan mental di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama di daerah dengan akses layanan terbatas seperti Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Data menunjukkan tingginya angka pasien dengan gangguan jiwa berat, sementara fasilitas rehabilitasi yang inklusif belum memadai. Penelitian ini merancang Pusat Rehabilitasi Kesehatan Mental berbasis komunitas dengan pendekatan arsitektur multisensori. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisis tapak, serta kajian kebutuhan pengguna. Pendekatan multisensori diterapkan melalui penerapan indera manusia. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi aspek sensorik dengan ruang berbasis komunitas dapat mendukung proses pemulihan, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mengurangi stigma sosial. Dengan demikian, rancangan ini diharapkan menjadi model fasilitas kesehatan mental yang inklusif, berkesinambungan, dan relevan dengan konteks lokal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180018
Keyword
Kesehatan Mental Pusat Rehabilitasi Komunitas Rehabilitasi