Implementasi Kebijakan Tata Ruang dalam Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Suburban: Studi pada Kota Bekasi
Kota Bekasi sebagai kawasan suburban mengalami tekanan perkembangan wilayah akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan pembangunan perkotaan yang berdampak pada menurunnya ketersediaan ruang terbuka hijau. Meskipun kebijakan tata ruang menetapkan target minimal RTH sebesar 30 persen dari luas wilayah, kondisi eksisting menunjukkan bahwa pemenuhannya masih belum optimal akibat tingginya tekanan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kebijakan tata ruang dalam pemenuhan RTH di Kota Bekasi sebagai kawasan suburban melalui analisis kondisi demografi, perubahan RTH, serta faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui analisis spasial menggunakan metode NDVI serta overlay untuk mengidentifikasi perubahan RTH tahun 2004, 2014, dan 2024. Analisis kualitatif dilakukan melalui analisis deskriptif terhadap data demografi dan secara deskriptif tematik melalui wawancara dan telaah dokumen dengan mengacu pada model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan kawasan terbangun di Kota Bekasi memberikan tekanan terhadap keberadaan RTH. Perubahan penggunaan lahan menyebabkan penurunan luasan vegetasi pada wilayah yang mengalami perkembangan perkotaan pesat. Dari aspek implementasi kebijakan, secara normatif pemerintah telah memiliki arah kebijakan dan target pemenuhan RTH yang cukup jelas melalui RTRW dan RDTR. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, anggaran, dan sumber daya manusia, belum optimalnya koordinasi antar instansi, ketidaksesuaian pembagian kewenangan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam penyediaan dan pengelolaan RTH. Selain itu, tekanan pembangunan dari pihak pengembang juga memengaruhi konsistensi pengendalian pemanfaatan ruang. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi antar perangkat daerah, penguatan sumber daya, serta optimalisasi penyediaan RTH melalui integrasi ruang hijau pada kawasan terbangun dan peningkatan partisipasi masyarakat guna mendukung keberlanjutan RTH di Kota Bekasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180008
Keyword
Ruang Terbuka Hijau Kebijakan Tata Ruang NDVI Implementasi Kebijakan