Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Pendekatan Pentahelix (Studi Kasus: Kecamatan Menggala)
Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dan kesejahteraan masyarakat, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi antaraktor. Kawasan Kota Tua Menggala di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, memiliki potensi wisata heritage yang didukung oleh bangunan bersejarah, budaya lokal, dan aksesibilitas wilayah, tetapi pengembangannya masih terbatas, yang terlihat dari minimnya promosi serta koordinasi pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penerapan model Pentahelix dalam pengembangan wilayah berbasis pariwisata dengan pendekatan deduktif dan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktor Pentahelix telah teridentifikasi, tetapi keterlibatannya masih terbatas dan belum terintegrasi dalam pola kolaborasi yang menyeluruh. Pemerintah menjadi aktor dominan, sedangkan pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media masih memiliki keterlibatan yang terbatas dalam mendukung pengembangan pariwisata. Koordinasi antaraktor juga belum berjalan secara sistematis karena belum adanya forum komunikasi rutin, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi, peningkatan partisipasi seluruh aktor, dan pengembangan promosi wisata yang lebih luas dan berkelanjutan agar pengembangan Kota Tua Menggala dapat berjalan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606170162
Keyword
Pentahelix Pengembangan Pariwisata Kolaborasi Antaraktor Wisata Heritage Pentahelix Tourism Development Stakeholder Collaboration Heritage Tourism