PEMANFAATAN BENTONIT DAN KOMPOSIT BENTONIT–FeCl₃–CANGKANG KEPITING SEBAGAI ADSORBEN CONGO RED
Pencemaran air akibat limbah pewarna sintetis, khususnya Congo Red,
menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang
persisten dan berpotensi toksik terhadap organisme akuatik. Penelitian
ini mengkaji pemanfaatan bentonit, bentonit–cangkang kepiting (BC),
dan bentonit–FeCl₃–cangkang kepiting (BFC) sebagai adsorben untuk
menyisihkan Congo Red dari larutan. Proses adsorpsi dilakukan
menggunakan sistem batch dengan variasi waktu kontak 10–400 menit,
dosis adsorben 0,5; 1,0; dan 1,5 g/100 mL, serta konsentrasi awal 20–
200 ppm. Bentonit dikarakterisasi menggunakan X-ray fluorescence
(XRF), sedangkan konsentrasi Congo Red dianalisis menggunakan
spektrofotometer UV–Vis pada panjang gelombang 496 nm. Hasil XRF
menunjukkan bahwa bentonit didominasi oleh komponen
aluminosilikat dan cenderung tergolong sebagai Ca-bentonit. Waktu
kontak optimum diperoleh pada 400 menit untuk bentonit dengan
efisiensi 55,46%, 400 menit untuk BC sebesar 92,21%, dan 300 menit
untuk BFC sebesar 92,74%. Berdasarkan variasi dosis adsorben,
efisiensi optimum dicapai pada dosis 1 g/100 mL untuk bentonit sebesar
94,93%, serta 1,5 g/100 mL untuk BC dan BFC dengan efisiensi masing-masing sebesar 99,36 persen dan 99,56%. Bentonit mengikuti model
kinetika pseudo-orde pertama dan isoterm Langmuir, sedangkan
adsorben komposit mengikuti model kinetika pseudo-orde kedua dan
isoterm Freundlich.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606170132
Keyword
adsorbsi bentonit cangkang kepiting congo red FeCl3