Potensi Penerapan Konsep Insfrastuktur Hijau Pada Permukiman Rawan Banjir Di Kelurahan Sukarame
Penelitian ini membahas penerapan konsep infrastruktur hijau pada
kawasan permukiman rawan banjir di Kelurahan Sukarame, Kota
Bandar Lampung. Permasalahan banjir di kawasan ini dipengaruhi oleh
dominasi lahan terbangun, kelerengan wilayah yang relatif datar, curah
hujan yang cukup tinggi, serta sistem drainase yang belum optimal.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting, menentukan
jenis infrastruktur hijau yang sesuai, serta mengkaji potensi
penerapannya dalam mengurangi risiko genangan dan banjir di
Kelurahan Sukarame. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif
dengan metode campuran (mix method), melalui analisis deskriptif
kualitatif, analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG),
dan analisis hidrologi menggunakan Metode Rasional. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa infrastruktur hijau eksisting di lokasi penelitian
masih sangat terbatas dan belum berfungsi optimal. Jenis infrastruktur
hijau yang sesuai diterapkan meliputi downspout disconnection,
rainwater harvesting, bioretensi/bioinfiltrasi, permeable pavement, dan
biopori. Berdasarkan analisis hidrologi, debit limpasan permukaan pada
kawasan terdampak banjir seluas 1,61 km² sebesar 12,83 m³/detik.
Penerapan infrastruktur hijau tersebut berpotensi menurunkan limpasan
permukaan dan volume genangan, sehingga dapat menjadi solusi
pendukung yang berkelanjutan dalam penanganan banjir di Kelurahan
Sukarame.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606170118
Keyword
infrastruktur hijau banjir genangan limpasan permukaan