Pra-Rancangan Pabrik Sodium Metilat dari Metanol dan Natrium Hidroksida Dengan Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Kebutuhan katalis CH3ONa di Indonesia sangat tinggi, dengan
tingginya kebutuhan katalis ini sangat disayangkan ketersediaan
CH3ONa dalam negeri sangat sedikit. Tercatat Indonesia masih
melakukan impor yang cukup besar untuk CH3ONa, hal ini juga
disebabkan belum adanya pabrik yang memproduksi CH3ONa.
Prarancangan pabrik Sodium Metilat ini bertujuan untuk memenuhi
permintaan pasar yang kian meningkat di Indonesia. Pabrik ini akan
memproduksi Sodium Metilat dengan kapasitas 42.500 ton/tahun.
Proses berlangsung dalam reaktor Continous Stirred Tank Reactor
dalam temperatur 80℃ dan tekanan 1 atm. Pabrik akan beroperasi
secara kontinyu selama 330 hari/tahun dengan waktu operasi 24
jam/hari. Kebutuhan bahan baku utama meliputi 16.309,531 kg/jam
Metanol dan 1.281,464 kg/jam NaOH, serta kebutuhan air pendingin
sebesar 14.416,914 kg/jam. Kebutuhan utilitas mencakup 2.187,389
kg/jam steam, 478,2 kWh listrik, 115,46 kg/jam udara tekan dan 443,5
liter/jam bahan bakar. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi, diperoleh
nilai return on investment (ROI) setelah pajak sebesar 33,41%, pay out
time (POT) selama 2,5 tahun, break even point (BEP) sebesar 45,61%,
shut down point (SDP) sebesar 22,28%, dan internal rate of return
(IRR) sebesar 20,08%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan
bahwa pendirian pabrik Sodium Metilat ini layak secara teknis dan
ekonomis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606170072
Keyword
Sodium metilat Metanol NaOH Eksotermis Utilitas