Peran Remitansi Pekerja Migran Indonesia terhadap Pembangunan Daerah Asal (Studi Kasus: Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur)
Migrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi strategi peningkatan kesejahteraan rumah tangga di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lapangan kerja. Remitansi yang dikirim berpotensi mendukung pembangunan desa di daerah asal PMI, namun dalam praktiknya masih didominasi penggunaan konsumtif sehingga kontribusinya terhadap pembangunan jangka panjang atau produktif masih terbatas. Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur sebagai salah satu kantong PMI dengan aliran remitansi tinggi menjadi lokasi penting untuk mengkaji pola penggunaan dan peran remitansi terhadap pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola penggunaan remitansi PMI serta mengidentifikasi perannya terhadap pembangunan desa dari aspek fisik-lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods melalui pengumpulan data kuantitatif (kuesioner) dan kualitatif (wawancara) dengan alur penelitian mengikuti pola deduktif. Analisis kuantitatif dilakukan secara statistik deskriptif, sedangkan analisis kualitatif melalui konten menggunakan teknik coding. Hasil penelitian menunjukkan remitansi masih didominasi penggunaan konsumtif sebesar 65,3% untuk alokasi seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pembayaran hutang, dan perbaikan rumah, sementara penggunaan produktif terbatas. Secara masif remitansi meningkatkan kualitas permukiman, akses pendidikan dan kesehatan, namun belum mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang. Kondisi ini berpotensi memicu migrasi berulang akibat belum terciptanya sumber penghidupan berkelanjutan, sehingga diperlukan peningkatan literasi keuangan dan penguatan kebijakan pemberdayaan bagi keluarga PMI agar aliran remitansi dapat lebih produktif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606170007
Keyword
remintansi pekerja migran Indonesia pembangunan desa konsumtif produktif