(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Arahan Mitigasi Bencana Tsunami Dalam Mendukung Pariwisata Tangguh Bencana di Krui, Kabupaten Pesisir Barat


View/Open

Author
Tsaquva, Mutiara Pratiwi

Date Published
19 May 2026

Advisor
Yudha Rahman, S.T., M.T,

Subject
Perencanaan Wilayah dan Kota

Publisher


Kawasan pariwisata Labuhan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat merupakan destinasi wisata unggulan yang dikenal sebagai lokasi surfing kelas dunia dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 87.751 orang pada tahun 2025. Di balik potensi tersebut, kawasan ini menghadapi ancaman serius bencana tsunami akibat letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan zona subduksi aktif, dengan indeks risiko bencana tsunami sebesar 21,60 (kategori tinggi) berdasarkan BNPB 2024. Penelitian ini bertujuan mengkaji mitigasi bencana tsunami pada kawasan pariwisata Labuhan Jukung guna mendukung terwujudnya pariwisata tangguh bencana, dengan rumusan masalah: "Bagaimana arahan mitigasi bencana yang tepat dalam mendukung terwujudnya kawasan pariwisata tangguh bencana di Labuhan Jukung?" Penelitian menggunakan pendekatan mixed method melalui tiga sasaran analisis, yaitu identifikasi risiko bencana tsunami dan pariwisata tangguh bencana menggunakan konsep 4A, identifikasi kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan lima parameter Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012, serta perumusan arahan mitigasi struktural dan non-struktural berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,02% wilayah Labuhan Jukung termasuk kategori risiko tsunami tinggi dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) sebesar 0,27 (kategori rendah). Sarana mitigasi struktural eksisting seperti talud, jalur evakuasi, dan rambu evakuasi belum optimal, serta belum tersedia sistem peringatan dini. Mitigasi non-struktural berupa kebijakan dan perencanaan kebencanaan juga belum diimplementasikan secara operasional di tingkat kawasan. Oleh karena itu, arahan mitigasi yang direkomendasikan meliputi pembangunan tanggul pemecah ombak, optimalisasi jalur dan rambu evakuasi, pengadaan sistem peringatan dini (INATEWS), penguatan kebijakan kebencanaan berbasis kawasan, sosialisasi kebencanaan yang berkelanjutan, serta pengembangan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160053

Keyword
Mitigasi Bencana Tsunami Pariwisata Tangguh Bencana Kesiapsiagaan Masyarakat Labuhan Jukung Disaster Mitigation Tsunami Disaster Resilient Tourism Community Preparedness Community Preparedness Labuhan Jukung