Arahan Mitigasi Bencana Tsunami Dalam Mendukung Pariwisata Tangguh Bencana di Krui, Kabupaten Pesisir Barat
Kawasan pariwisata Labuhan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat
merupakan destinasi wisata unggulan yang dikenal sebagai lokasi surfing kelas
dunia dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 87.751 orang pada tahun
2025. Di balik potensi tersebut, kawasan ini menghadapi ancaman serius
bencana tsunami akibat letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudra
Hindia dan zona subduksi aktif, dengan indeks risiko bencana tsunami sebesar
21,60 (kategori tinggi) berdasarkan BNPB 2024. Penelitian ini bertujuan
mengkaji mitigasi bencana tsunami pada kawasan pariwisata Labuhan Jukung
guna mendukung terwujudnya pariwisata tangguh bencana, dengan rumusan
masalah: "Bagaimana arahan mitigasi bencana yang tepat dalam mendukung
terwujudnya kawasan pariwisata tangguh bencana di Labuhan Jukung?"
Penelitian menggunakan pendekatan mixed method melalui tiga sasaran
analisis, yaitu identifikasi risiko bencana tsunami dan pariwisata tangguh
bencana menggunakan konsep 4A, identifikasi kesiapsiagaan masyarakat
berdasarkan lima parameter Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012,
serta perumusan arahan mitigasi struktural dan non-struktural berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008. Data dikumpulkan melalui
kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 95,02% wilayah Labuhan Jukung termasuk kategori
risiko tsunami tinggi dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) sebesar
0,27 (kategori rendah). Sarana mitigasi struktural eksisting seperti talud, jalur
evakuasi, dan rambu evakuasi belum optimal, serta belum tersedia sistem
peringatan dini. Mitigasi non-struktural berupa kebijakan dan perencanaan
kebencanaan juga belum diimplementasikan secara operasional di tingkat
kawasan. Oleh karena itu, arahan mitigasi yang direkomendasikan meliputi
pembangunan tanggul pemecah ombak, optimalisasi jalur dan rambu evakuasi,
pengadaan sistem peringatan dini (INATEWS), penguatan kebijakan
kebencanaan berbasis kawasan, sosialisasi kebencanaan yang berkelanjutan,
serta pengembangan program Desa Tangguh Bencana (Destana).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160053
Keyword
Mitigasi Bencana Tsunami Pariwisata Tangguh Bencana Kesiapsiagaan Masyarakat Labuhan Jukung Disaster Mitigation Tsunami Disaster Resilient Tourism Community Preparedness Community Preparedness Labuhan Jukung