Identifikasi Fungsi Kawasan dan Indeks Aksesibilitas di Sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas BNI
Aksesibilitas terhadap simpul transportasi publik memiliki peran strategis
dalam menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan.
Penelitian ini penting dilakukan untuk menilai sejauh mana Stasiun MRT
Dukuh Atas BNI, sebagai simpul transit dengan volume pergerakan tertinggi
dalam jaringan MRT Jakarta Fase 1, mampu melayani masyarakat secara
spasial melalui tingkat keterjangkauan kawasan di sekitarnya. Kawasan ini
ditetapkan sebagai kawasan berorientasi transit berdasarkan Peraturan
Gubernur DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 dengan radius pelayanan 350
hingga 700 meter dari pusat simpul transit. Meskipun integrasi antarmoda telah
tersedia secara fisik, keberagaman fungsi guna lahan di sekitar stasiun
menyebabkan perbedaan tingkat hambatan perjalanan dari segi jarak, waktu,
dan biaya, sehingga diperlukan pengukuran yang terstruktur untuk mengetahui
apakah aksesibilitas antar kawasan telah merata. Pengukuran indeks
aksesibilitas dilakukan menggunakan pendekatan Gravity Model dengan
metode Passive Accessibility Measure, yang mengevaluasi akses berdasarkan
indikator objektif berupa jarak, waktu tempuh, dan biaya perjalanan.
Pendekatan ini termasuk ke dalam model agregat karena bersifat spasial dan
tidak menggambarkan keputusan individu. Identifikasi fungsi kawasan
dilakukan melalui analisis spasial dengan teknik buffering radius 700 meter
menggunakan Sistem Informasi Geografis, yang menghasilkan gambaran
komposisi penggunaan lahan berupa kawasan campuran dengan dominasi
fungsi hunian, perkantoran dan perdagangan, serta perhotelan. Hasil analisis
menunjukkan variasi indeks aksesibilitas antar kawasan, di mana kawasan
perkantoran memiliki tingkat aksesibilitas tertinggi karena kedekatan spasial
dan intensitas perjalanan yang dominan, sedangkan kawasan pendidikan
memiliki aksesibilitas terendah akibat hambatan jarak dan waktu tempuh yang
paling besar. Nilai impedansi yang tinggi berkorelasi dengan rendahnya
aksesibilitas. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengambilan kebijakan
dalam penyediaan moda pengumpan, integrasi antarmoda, dan perencanaan
kawasan berbasis transit agar distribusi layanan transportasi publik lebih
merata dan inklusif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160048
Keyword
Aksesibilitas Gravity Model MRT Dukuh Atas BNI Impedansi Transportasi Publik