(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Identifikasi Fungsi Kawasan dan Indeks Aksesibilitas di Sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas BNI


View/Open

Author
Anisa Yunisari,

Date Published
20 May 2026

Advisor
Ir. Jamaludin, S.T., M.Sc.,

Subject
Perencanaan Wilayah dan Kota

Publisher


Aksesibilitas terhadap simpul transportasi publik memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini penting dilakukan untuk menilai sejauh mana Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, sebagai simpul transit dengan volume pergerakan tertinggi dalam jaringan MRT Jakarta Fase 1, mampu melayani masyarakat secara spasial melalui tingkat keterjangkauan kawasan di sekitarnya. Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan berorientasi transit berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 dengan radius pelayanan 350 hingga 700 meter dari pusat simpul transit. Meskipun integrasi antarmoda telah tersedia secara fisik, keberagaman fungsi guna lahan di sekitar stasiun menyebabkan perbedaan tingkat hambatan perjalanan dari segi jarak, waktu, dan biaya, sehingga diperlukan pengukuran yang terstruktur untuk mengetahui apakah aksesibilitas antar kawasan telah merata. Pengukuran indeks aksesibilitas dilakukan menggunakan pendekatan Gravity Model dengan metode Passive Accessibility Measure, yang mengevaluasi akses berdasarkan indikator objektif berupa jarak, waktu tempuh, dan biaya perjalanan. Pendekatan ini termasuk ke dalam model agregat karena bersifat spasial dan tidak menggambarkan keputusan individu. Identifikasi fungsi kawasan dilakukan melalui analisis spasial dengan teknik buffering radius 700 meter menggunakan Sistem Informasi Geografis, yang menghasilkan gambaran komposisi penggunaan lahan berupa kawasan campuran dengan dominasi fungsi hunian, perkantoran dan perdagangan, serta perhotelan. Hasil analisis menunjukkan variasi indeks aksesibilitas antar kawasan, di mana kawasan perkantoran memiliki tingkat aksesibilitas tertinggi karena kedekatan spasial dan intensitas perjalanan yang dominan, sedangkan kawasan pendidikan memiliki aksesibilitas terendah akibat hambatan jarak dan waktu tempuh yang paling besar. Nilai impedansi yang tinggi berkorelasi dengan rendahnya aksesibilitas. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengambilan kebijakan dalam penyediaan moda pengumpan, integrasi antarmoda, dan perencanaan kawasan berbasis transit agar distribusi layanan transportasi publik lebih merata dan inklusif.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160048

Keyword
Aksesibilitas Gravity Model MRT Dukuh Atas BNI Impedansi Transportasi Publik