(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Perubahan Aspek Fisik Dan Non Fisik Sebagai Dampak Pembangunan Exit Tol (Studi Kasus : Exit Tol Kotabaru)


View/Open

Author
REINALDI, MUHAMMAD ALIF

Date Published
20 May 2026

Advisor
Yudha Rahman, S.T., M.T,

Subject
Perencanaan Wilayah dan Kota

Publisher


Pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai bagian dari proyek strategis nasional terbukti membawa dampak yang signifikan terhadap aspek fisik kawasan dan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Salah satu fenomena yang relevan untuk dikaji adalah kawasan Exit Tol Kotabaru yang berlokasi di Desa Way Hui dan Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang mulai beroperasi sejak 22 Desember 2018 sebagai bagian dari jaringan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dalam sistem Jalan Tol Trans-Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan aspek fisik dan aspek non-fisik kawasan sebagai dampak pembangunan Exit Tol Kotabaru dalam kurun waktu 2018 hingga 2024. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana perubahan aspek fisik dan non-fisik kawasan sebagai dampak pembangunan Exit Tol Kotabaru. Penelitian ini menerapkan pendekatan deduktif, menggunakan analisis spasial kualitatif berbasis teknik overlay dan calculate geometry untuk mengkaji aspek fisik kawasan yang mencakup infrastruktur dan penggunaan lahan, serta analisis kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci untuk mengkaji aspek non-fisik berupa aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fisik kawasan, terbentuknya embrio Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) seluas 11,07 hektare di koridor Jalan Terusan Ryacudu, disertai pergeseran posisi fungsional kawasan dari periphery menjadi node dalam jaringan transportasi regional Trans-Sumatera. Pada variabel penggunaan lahan, teridentifikasi konversi lahan non-terbangun seluas 15,22 hektare, pertumbuhan kawasan terbangun sebesar 9,20 hektare yang mengalami diferensiasi dari mono-fungsi menjadi multi-fungsi, serta pergeseran pola hunian dari memanjang menjadi tersebar sebagai indikasi awal urban-rural sprawl. Pada aspek non-fisik berupa aktivitas ekonomi, terjadi pergeseran parsial jenis pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor perdagangan dan jasa, terbentuknya dua lapisan peluang kerja baru, serta perubahan pendapatan dalam dua tahap yakni windfall income dari kompensasi pembebasan lahan dan pendapatan berkelanjutan dari usaha produktif, meskipun distribusi manfaatnya tidak merata di seluruh lapisan masyarakat.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160031

Keyword
Exit tol Aspek fisik Aspek non-fisik Aktivitas ekonomi Transformasi kawasan