Perubahan Aspek Fisik Dan Non Fisik Sebagai Dampak Pembangunan Exit Tol (Studi Kasus : Exit Tol Kotabaru)
Pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai bagian dari proyek strategis
nasional terbukti membawa dampak yang signifikan terhadap aspek fisik
kawasan dan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Salah satu fenomena yang
relevan untuk dikaji adalah kawasan Exit Tol Kotabaru yang berlokasi di Desa
Way Hui dan Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten
Lampung Selatan, yang mulai beroperasi sejak 22 Desember 2018 sebagai
bagian dari jaringan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dalam sistem Jalan Tol
Trans-Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan aspek
fisik dan aspek non-fisik kawasan sebagai dampak pembangunan Exit Tol
Kotabaru dalam kurun waktu 2018 hingga 2024. Rumusan masalah penelitian
adalah bagaimana perubahan aspek fisik dan non-fisik kawasan sebagai
dampak pembangunan Exit Tol Kotabaru. Penelitian ini menerapkan
pendekatan deduktif, menggunakan analisis spasial kualitatif berbasis teknik
overlay dan calculate geometry untuk mengkaji aspek fisik kawasan yang
mencakup infrastruktur dan penggunaan lahan, serta analisis kualitatif
deskriptif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci untuk
mengkaji aspek non-fisik berupa aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fisik kawasan, terbentuknya embrio
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) seluas 11,07 hektare di koridor Jalan
Terusan Ryacudu, disertai pergeseran posisi fungsional kawasan dari periphery
menjadi node dalam jaringan transportasi regional Trans-Sumatera. Pada
variabel penggunaan lahan, teridentifikasi konversi lahan non-terbangun
seluas 15,22 hektare, pertumbuhan kawasan terbangun sebesar 9,20 hektare
yang mengalami diferensiasi dari mono-fungsi menjadi multi-fungsi, serta
pergeseran pola hunian dari memanjang menjadi tersebar sebagai indikasi awal
urban-rural sprawl. Pada aspek non-fisik berupa aktivitas ekonomi, terjadi
pergeseran parsial jenis pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor perdagangan
dan jasa, terbentuknya dua lapisan peluang kerja baru, serta perubahan
pendapatan dalam dua tahap yakni windfall income dari kompensasi
pembebasan lahan dan pendapatan berkelanjutan dari usaha produktif,
meskipun distribusi manfaatnya tidak merata di seluruh lapisan masyarakat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160031
Keyword
Exit tol Aspek fisik Aspek non-fisik Aktivitas ekonomi Transformasi kawasan