Identifikasi Lokasi Pusat Pertumbuhan Pada Klaster III Provinsi Lampung
Pembangunan wilayah yang berkeadilan merupakan agenda strategis Provinsi Lampung sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Nomor 17 Tahun 2024, yang menetapkan strategi pengembangan berbasis klasterisasi wilayah. Klaster III, meliputi Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat, diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi biru, pariwisata bahari, dan industri berbasis sumber daya alam. Namun, dokumen perencanaan tersebut belum menetapkan secara eksplisit lokasi pusat pertumbuhan di Klaster III, sehingga arah kebijakan klasterisasi belum memiliki dasar operasional yang jelas dalam menentukan prioritas pembangunan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi strategis pusat pertumbuhan di Klaster III melalui empat tahapan analisis yaitu, identifikasi potensi ekonomi wilayah menggunakan Location Quotient (LQ) dan Tipologi Klassen, analisis hierarki fasilitas pelayanan melalui Skalogram Guttman dan Indeks Sentralitas Marshall, analisis keterkaitan antarwilayah dengan Model Gravitasi, serta penentuan lokasi strategis pusat pertumbuhan dengan mengintegrasikan 3 aspek analisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) berdasarkan penilaian pakar lintas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pringsewu ditetapkan sebagai Pusat Pertumbuhan Utama (Hierarki I, skor AHP 0,945), didukung oleh posisinya di Kuadran II Tipologi Klassen, 11 sektor basis bernilai tambah tinggi, Indeks Sentralitas Marshall tertinggi (854 poin), dan kelengkapan 26 jenis fasilitas pelayanan. Kabupaten Tanggamus menempati Hierarki II (skor 0,562) sebagai Pusat Pertumbuhan Pendukung dengan keunggulan keterkaitan antarwilayah, sedangkan Kabupaten Lampung Barat (Hierarki III, skor 0,270) dan Pesisir Barat (Hierarki IV, skor 0,000) dikategorikan sebagai wilayah hinterland. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya perbedaan antara hasil analisis empiris dengan hierarki pusat kegiatan dalam kebijakan tata ruang yang berlaku, yang menegaskan perlunya sinkronisasi kebijakan perencanaan wilayah dengan kondisi dan potensi empiris wilayah. Secara akademis, penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai identifikasi pusat pertumbuhan pada level klaster di Provinsi Lampung sekaligus menawarkan kerangka metodologis terpadu bagi perencanaan pembangunan wilayah berbasis klaster.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606150142
Keyword
Pusat Pertumbuhan Klasterisasi Wilayah Location Quotient Tipologi Klassen Skalogram Indeks Sentralitas Marshall Model Gravitasi Analytical Hierarchy Process