PEMETAAN ANCAMAN DAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah dengan morfologi berupa dataran hingga pegunungan dengan kelerengan yang ekstrem, sehingga tanah longsor berpotensi terjadi terutama saat curah hujan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memetakan ancaman dan risiko tanah longsor di wilayah Kabupaten Lampung Barat dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan menggunakan metode weighted overlay pada sejumlah parameter ancaman yang meliputi curah hujan, tingkat kelerengan, litologi, tutupan lahan, jenis tanah patahan geologi, kerentanan, dan kapasitas. Seluruh parameter diklasifikasikan dan diberikan nilai skor dan bobot berdasarkan besarnya pengaruh terhadap kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor. Pemetaan ancaman tanah longsor dilakukan melalui integrasi seluruh parameter dengan teknik overlay, kemudian diklasifikasikan menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi. Pemetaan risiko dilakukan dengan menggabungkan peta ancaman tanah longsor, peta kerentanan wilayah dan kapasitas menghadapi bencana tanah longsor. Berdasarkan hasil analisis, tingkat ancaman tanah longsor sebagian besar berada pada kelas sedang dengan indeks (2,72-3,38) hingga tinggi dengan indeks (3,38-4,05). Sementara itu, tingkat risiko longsor diperoleh indeks kategori rendah (1,3-2,6), kategori sedang (2,6-4), dan kategori tinggi (4-5,3).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606150075
Keyword
Ancaman Longsor Overlay Risiko SIG