ANALISIS SPATIOTEMPORAL URBAN SPRAWL DAN DAMPAK TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SENTINEL 2 (STUDI KASUS: KOTA BANDAR LAMPUNG, 2019–2025)
Perkembangan wilayah perkotaan akibat urbanisasi memicu terjadinya urban sprawl, yaitu perluasan kawasan terbangun yang berdampak pada berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kota Bandar Lampung mengalami pertumbuhan wilayah yang cukup pesat sehingga berpotensi menekan keberadaan RTH. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan spasial dan temporal urban sprawl serta dampaknya terhadap perubahan luas dan distribusi RTH periode 2019–2025. Metode yang digunakan berupa pendekatan penginderaan jauh menggunakan citra sentinel 2. Analisis dilakukan melalui perhitungan indeks NDBI untuk kawasan terbangun dan NDVI untuk vegetasi, kemudian dilanjutkan dengan klasifikasi, analisis perubahan, dan uji akurasi menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan terbangun mengalami peningkatan dan penyebaran dari pusat kota menuju wilayah pinggiran, terutama di Kecamatan Sukabumi, Sukarame, Kemiling, dan Tanjung Senang. Sebaliknya, luas RTH mengalami penurunan yang ditandai dengan berkurangnya vegetasi dan meningkatnya fragmentasi lahan hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban sprawl di Kota Bandar Lampung memberikan dampak negatif terhadap keberadaan RTH sehingga diperlukan perencanaan tata ruang yang lebih berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606150061
Keyword
Urban sprawl RTH Sentinel 2 NDBI NDVI