Efek teratogenik ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) terhadap malformasi fetus mencit (Mus musculus L.).
Buah pare (Momordica charantia L.) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, akan tetapi potensi efek toksiknya terhadap reproduksi, khususnya selama kehamilan masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia ekstrak etanol buah pare serta menganalisis pengaruhnya terhadap parameter reproduksi dan malformasi fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol dan tiga dosis ekstrak (1,5; 1,75; dan 2 mg/gBB) yang diberikan secara oral selama periode organogenesis (hari ke-6–17 kebuntingan). Parameter yang diamati meliputi kondisi induk, perkembangan fetus, serta kejadian malformasi. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenolik. Pemberian ekstrak menyebabkan penurunan berat badan induk, berat uterus, serta berat dan panjang fetus. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah fetus mati, resorpsi embrio, dan abortus pada dosis lebih tinggi. Malformasi yang ditemukan meliputi kelainan skeletal (craniosynostosis, amelia, kinky tail, dwarfism, scoliosis, clubfoot), hemoragi (subcutaneous, circle show ring at tail base, brain, dorsal, visceral hemorrhage), malformasi wajah (open eyelids), dan malformasi bagian abdomen (gastroskisis). Secara statistik, dosis tertinggi menunjukkan peningkatan signifikan pada kejadian hemoragi. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah pare berpotensi menimbulkan efek teratogenik pada fetus mencit, terutama pada dosis tinggi (2mg/gBB).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606140041
Keyword
Fitokimia; malformasi fetus; mencit; Momordica cha