OTOMATISASI PEMODELAN KAJIAN KERENTANAN SOSIAL BENCANA TANAH LONGSOR STUDI KASUS DI KABUPATEN TANGGAMUS
Kerentanan sosial merupakan salah satu komponen penting dalam kajian risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Tanggamus. Proses pemrosesan data kerentanan sosial secara manual memerlukan waktu yang relatif lama karena setiap tahapan dilakukan secara terpisah, sehingga diperlukan model otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi analisis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model otomatisasi pemrosesan kerentanan sosial menggunakan Model Builder berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jenis kelamin, kelompok umur rentan, penyandang disabilitas, dan penduduk miskin yang diolah melalui analisis raster hingga menghasilkan indeks kerentanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model otomatisasi mampu mempercepat waktu pemrosesan dari 12,79 menit pada metode manual menjadi 2,3 menit pada metode otomatis, sehingga menghemat waktu sekitar 10,44 menit. Peta hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan sosial di Kabupaten Tanggamus didominasi oleh kelas rendah hingga menengah, dengan wilayah kerentanan menengah teridentifikasi di Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak. Dengan demikian, model otomatisasi yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengolahan data kerentanan sosial.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606140032
Keyword
Model Otomatisasi Model Builder Tanah Longsor