PEMODELAN GENANGAN BANJIR BERDASARKANSKENARIO DEBIT ALIRAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi
di wilayah perkotaan dan dapat menimbulkan kerugian bagi
masyarakat serta kerusakan infrastruktur. Kota Bandar Lampung
termasuk wilayah yang memiliki potensi banjir cukup tinggi yang
dipengaruhi oleh kondisi topografi dan perkembangan kawasan
perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis pemodelan untuk
mengetahui potensi genangan banjir di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan luas
genangan banjir di Kota Bandar Lampung menggunakan pendekatan
pemodelan hidraulika berbasis skenario debit aliran. Pemodelan
dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS, sedangkan
analisis spasial dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis
(SIG). Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data Digital
Elevation Model (DEMNAS), data jaringan sungai hasil ekstraksi,
serta batas administrasi wilayah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas genangan banjir di
Kota Bandar Lampung meningkat seiring dengan bertambahnya debit
aliran. Pada simulasi debit 100 m³/detik diperoleh luas genangan
sebesar 4.369 ha, debit 200 m³/detik sebesar 5.464 ha, debit 300
m³/detik sebesar 6.228 ha, debit 400 m³/detik sebesar 6.741 ha, dan
debit 500 m³/detik sebesar 7.110 ha. Desa Rajabasa Jaya merupakan
wilayah dengan luas genangan banjir terbesar pada setiap skenario
debit, sedangkan beberapa desa seperti Kaliawi, Kebon Jeruk,
Sukamenanti Baru, dan Bilabong Jaya memiliki luas genangan yang
relatif kecil.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
mengenai wilayah yang berpotensi terdampak banjir di Kota Bandar
x
Lampung serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah
daerah dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan tata
ruang wilayah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606140017
Keyword
banjir pemodelan genangan HEC-RAS debit aliran Sistem Informasi Geografis